cover
Contact Name
AAN SETIAWAN
Contact Email
aansetiawan@stainmajene.ac.id
Phone
+6282296334936
Journal Mail Official
jurnalelfakhru@gmail.com
Editorial Address
Jl. BLK. Kelurahan Totoli. Kelurahan Banggae. Majene. Sulawesi Barat
Location
Kab. majene,
Sulawesi barat
INDONESIA
El-Fakhru : Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam
ISSN : -     EISSN : 2828433x     DOI : https://doi.org/10.46870/elfakhru
El-Fakhru : Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam menerbitkan naskah akademik pada pengajaran Pendidikan Agama Islam dan Studi Pendidikan Islam baik dalam konteks Bahasa Indonesia maupun internasional dengan perspektif multi disiplin : khususnya dalam tradisi keilmuan Islam klasik, studi pendidikan dan ilmu sosial lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 35 Documents
TINGKAT PEMAHAMAN PESERTA DIDIK TERHADAP AKHLAK BERPAKAIAN MUSLIMAH DI SMK 2 ENREKANG Salmiati; Usri
El-FAKHRU Vol. 1 No. 1 (2021): el-Fakhru
Publisher : PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.672 KB) | DOI: 10.46870/elfakhru.v1i1.2

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui pemahaman peserta didik SMK 2 Enrekang tentang perintah berpakaian muslimah, (2) Mengetahui gambaran akhlak berpakaian muslimah peserta didik SMK 2 Enrekang dan (3) Mengetahui kendala dalam mengimplementasikan berpakaian muslimah di SMK 2 Enrekang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi sedangkan instrumen yang digunakan adalah pedomanan observasi dan pedoman wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Sebagian besar peserta didik SMKN 2 Enrekang memahami tentang kewajiban berpakaian muslimah namun belum diterapkan dengan baik, (2) Akhlak berpakaian muslimah peserta didik di SMKN 2 Enrekang adalah sebagian besar menggunakan pakaian yang kurang pantas karena sering menggunakan pakaian yang tidak menutup aurat, menerawang, ketat dan pendek, dan (3) Ada beberapa kendala bagi peserta didik di SMKN 2 Enrekang dalam mengimplementasikan berpakaian muslimah yaitu pengaruh keluarga, kebijakan sekolah dan lingkungan.
KOMPETENSI GURU DALAM Q.S. AL-JUMU’AH [62]: 2 Muammar Zuhdi Arsalan; zulfianah; Zuhdiah
El-FAKHRU Vol. 1 No. 1 (2021): el-Fakhru
Publisher : PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.167 KB) | DOI: 10.46870/elfakhru.v1i1.15

Abstract

Latar belakang penulisan Jurnal ini adalah karena pentingnya kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru. Kompetensi seorang guru sangat menentukan kualitas peserta didik. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi guru yang terkandung di dalam Q.S. al-Jumu’ah [62]: 2. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa di dalam Q.S. al-Jumu’ah [62]: 2 terkandung tiga ranah dalam teori Bloom, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. Kandungan ranah kognitifnya yaitu menguasai beragam metode pengajaran terhadap peserta didik. Ranah afektifnya adalah seorang guru harus berprilaku penuh hikmah terhadap peserta didik, baik di dalam dan luar kelas serta mendidik siswa untuk mencapai kebersihan jiwa. Dan yang terakhir, ranah psikomotoriknya adalah menjadi manusia pembelajar dan menambah wawasan dengan memperbanyak membaca buku.
RUANG LINGKUP DAN FUNGSI ADMINISTRASI PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN Abdul Syukur; Aan Setiawan
El-FAKHRU Vol. 1 No. 1 (2021): el-Fakhru
Publisher : PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.855 KB) | DOI: 10.46870/elfakhru.v1i1.16

Abstract

Pada dasarnya Islam mengajarkan dan memberikan mencontohkan tentang kehidupan yang serba terarah dan sudah teratur dengan baik, dan telah memberikan contoh konkrit adanya tertib administrasi yang mengarah ke sebuah keteraturan, seperti halnya Puasa, haji dan beberapa ajaran agama lainya. Teori dan konsep administrasi yang digunakan saat ini sebenarnya sudah ada sejak dulu dalam Al-Qur’an, seperti pada saat Allah SWT menciptakan alam semesta beserta isinya, di sana Allah sudah memperlihatkan bagaimana penciptaan alam semesta ini diciptakan dengan teratur dan bekerja seperti tujuan diciptakanya.
Pembentukan Masyarakat Madani Melalui Pendidikan Islam: Jurnal el-Fakhru Vol.1, No. 1, Desember 2021 Hairuddin, Hairuddin Cikka; Oyan, Oyan D. Taufik K
El-FAKHRU Vol. 1 No. 1 (2021): el-Fakhru
Publisher : PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.691 KB) | DOI: 10.46870/elfakhru.v1i1.27

Abstract

Keunggulan yang dimilki suatu bangsa dan negara tidak terlepas dari kemajuan masyarakatnya. Masyarakat yang berperadaban tinggi dan modern memiliki perbedaan dengan masyarakat primitif, tidak berbudaya dan awam. Masyarakat madani tidak muncul sekedar wacana saja, melainkan ada beberapa hal yang melatarbelakangi munculnya masyarakat madani. Disinilah pendidikan agama Islam mengambil peran dalam pembentukannya. Seiring dengan berkembangnya zaman fenomena baru mulai bermunculan di masyarakat, hal ini dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan Islam ditengah persaingan pendidikan masyarakat, tetap saja berusaha untuk eksis dengan beberapa perkembangan serta inovasi untuk kemajuannya dalam melaksanakan perubahan adat, budaya serta pola masyarakat dengan tetap menjaga toleransi antar umat beragama, hidup saling menghargai serta tolong menolong dalam membentuk masyarakat yang beriman, berilmu dan memiliki daya saing dalam hal teknologi. Sehingga yang menjadi perhatian bagi kita adalah peran pendidikan agama Islam, masyarakat madani dan pendidikan karakter.
Korelasi Nilai Indeks Prestasi Kumulatif dengan Jumlah Hafalan Juz 30 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Majene: Studi Kasus: Data Mahasiswa Aktif Prodi PAI angkatan 2017 Jurusan Tarbiyah dan Keguruan STAIN Majene Darwis; Muhammad Idris
El-FAKHRU Vol. 1 No. 1 (2021): el-Fakhru
Publisher : PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.554 KB) | DOI: 10.46870/elfakhru.v1i1.28

Abstract

Abstract The purpose of the research that will be studied is to describe the close correlation between the Grade Point Average and the total memorization of juz 30 students of the Islamic Religious Education Study Program (PAI) STAIN Majene. The method used in this study to collect data is by means of direct interviews with students who will be used as research samples. Analysis of the data used to describe the close correlation between the two variables is using Pearson correlation analysis. The results obtained in this study that the close correlation between the grade point average and the number of memorizations juz 30 of students of PAI STAIN Majene obtained a positive correlation. So, the higher the GPA value, the higher the memorization of Juz 30 students while the correlation coefficient value was 0.187, which means the relationship between the two the variable is very weak, it means that the academic achievement value does not have much contribution with the large number of juz memorization obtained by the 2017 PAI study program students. Keywords: Description of correlation, Grade Point Average  
HYBRID LEARNING DI STAIN MAJENE Ahmad Ridhai Azis; Burhanuddin
El-FAKHRU Vol. 1 No. 2 (2022): el-Fakhru
Publisher : PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.665 KB) | DOI: 10.46870/elfakhru.v1i2.179

Abstract

This research aims to examine the effectiveness of Hybrid Learning at STAIN Majene in learning Indonesian Language. Hybrid Learning is developed for contemporary education. The learning problem in Covid-19 Pandemic Period are the environment and the learning media that have turned to virtual classes. The environment understood by students is a learning environment that presents lecturers in class, studying along with groups in the room. This contemporary education period present a learning with an independent concept and it is free to learn anywhere and anytime. The research approach was quantitative. The Research design was quasi-experimental. The research population was all the students who are in PAI 4 and PAI 6 semester I (odd) academic year 2020/2021. The data analysis techniques were used the SPSS24 application. The result of research showed that the learning outcomes of students in PAI 4 class following the learning process through Hybrid Learning as much as 89.70% succeed to achieve the average score of the minimum completeness criteria. The learning outcomes of students in PAI 6 as much as 91.68% succeed to achieve the average minimum completeness criteria. The use of Hybrid Learning effectively used in Indonesian language learning at STAIN Majene can be seen from the value of sig.(2-tailed)> 0.05 or 0.000>0.05, meaning that hypothesis 1 (H1) which states that Hybrid Learning is effectively used in learning at the Higher Lecturer level, especially in STAIN Majene. Keywords: effectiveness, hybrid learning, virtual class, Indonesian language
APAKAH TENAGA KEPENDIDIKAN KITA SUDAH PROFESIONAL DAN SEJAHTERA ? Fauzi, Anis
El-FAKHRU Vol. 1 No. 2 (2022): el-Fakhru
Publisher : PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.495 KB) | DOI: 10.46870/elfakhru.v1i2.191

Abstract

Pendidik dan tenaga pendidikan merupakan pemangku pendidikan yang menentukan wajah dan kualitas pendidikan. Untuk itu, pemerintah melalui beberapa sejumlah peraturan mengatur dan menata profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan. Melalui UU tentang guru dan Tenaga Kependidikan, pemerintah mengatur profesionalisme pendidik dengan menetapkan standar kualifikasi dan kompetensi yang harus dimiliki pendidik untuk dapat disebut sebagai profesional. Profesionalisme atau profesional, berasal dari bahasa Inggris, berarti ahli, pakar, mumpuni dalam bidang yang digeluti. mendefinisikan profesi sebagai bidang usaha manusia berdasarkan pengetahuan, di mana keahlian dan pengalaman pelakunya diperlukan oleh masyarakat. Definisi ini meliputi aspek ilmu pengetahuan tertentu, aplikasi kemampuan/ kecakapan, dan berkaitan dengan kepentingan umum. pendidik (guru) untuk dapat disebut professional harus memenuhi kualifikasi akademik (berpendidikan tinggi program sarjana atau program diploma empat) dan empat kompetensi, yaitu pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional.
NILAI-NILAI BUDAYA LOKAL NELAYAN PABBAGANG PAREPARE SEBAGAI SUMBER BELAJAR KONTEKSTUAL UNTUK PENANAMAN PENDIDIKAN KARAKTER Guntara, Fuad
El-FAKHRU Vol. 1 No. 2 (2022): el-Fakhru
Publisher : PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.691 KB) | DOI: 10.46870/elfakhru.v1i2.217

Abstract

Abstract This study aims to determine the local cultural values ​​of pabbagang which can be used as a source of contextual learning. This research is a literature review research. Sources of data come from relevant studies. The data were analyzed carefully according to the research topic. The results of the research are generally the pabbagang community uses three types of bagan, namely bagan rakit, bagan tanam and bagan congkel. The local cultural values ​​ are the value of solidarity, the value of cooperation, the value of religious and the value of art. This is part of character building which is the goal of national education so that the local culture of pabbagang can be used as a source of learning for character building. Keywords: Local Culture, Learning Resources, character building Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai budaya lokal nelayan pabbagang yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar kontekstual. Penelitian ini merupakan penelitian kajian pustaka. Sumber data berasal dari studi-studi yang relevan. Data dianalisis secara teliti sesuai dengan topik penelitian. Adapun hasil dari penelitian yaitu umumnya masyarakat pabbagang menggunakan tiga jenis bagan yaitu bagan rakit, bagan tanam dan bagan congkel. Nilai-nilai budaya lokal yang terdapat pada masyarakat nelayan yaitu nilai solidaritas, nilai kerjasama, nilai keagamaan/religius dan nilai keindahan /seni. Hal tersebut merupakan bagian dari pendidikan karakter yang menjadi tujuan pendidikan nasional sehingga budaya lokal nelayan pabbagang dapat dijadikan sebagai sumber belajar untuk penanaman pendidikan karakter Kata kunci: Budaya lokal, Sumber Belajar, Pendidikan Karakter
Keutamaan Dan Kedudukan Menuntut Ilmu Dalam Islam (Majelis Taklim) Al-Muthmainnah; Setiawan, Aan
El-FAKHRU Vol. 1 No. 2 (2022): el-Fakhru
Publisher : PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.802 KB) | DOI: 10.46870/elfakhru.v1i2.224

Abstract

Abstract In the 4.0 era which will lead towards the industrial session 5.0, the institutions and Islamic education experience significant progress. In everyday life, the issues often arise in the atmosphere of society whose background is not from an educator or instructor and is classified as a layman or lacks Islamic knowledge. In the midst of the emergence of broadcasts on social media, lecture content that can be accessed at any time only applies to the urban or suburban community level, while rural communities who have not been touched by internet access cannot enjoy this. Meanwhile, in the perspectives of  Islam, seeking religious knowledge (syar’i) is very important for the servant in order to distinguish which things are allowed and what are prohibited in islam. In this paper, the focus is on discussing the primacy of studying in Islam using a library research approach, namely by collecting data, literature, and reference books that are considered to be related to the themes discussed. The results of this study are the primacy and position of studying in islam based on the description of Hadist that have been agreed upon by the authenticity scholars both in matan and sanad are obligatory (highly recommended). Keywords: The primacy of science, source of science
PEMANFAATAN WHATSAPP SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK MASA PANDEMI COVID-19 PADA PESERTA DIDIK MTS NURUL JADID KABUPATEN MAMUJU Muhammad Qadri; Muhammad Saddang
El-FAKHRU Vol. 1 No. 2 (2022): el-Fakhru
Publisher : PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1352.322 KB) | DOI: 10.46870/elfakhru.v1i2.225

Abstract

Learning process during the COVID-19 pandemic has various obstacles in its use. One of them is the lack of facilities such as cellphones, limited internet quota, and non-existent networks. It motivated/encouraged the researcher to conduct a research regarding the use of WhatsApp as AKIDAH AKHLAK learning media for students at Mts Nurul Jadid, Mamuju Regency. This research was conducted at Madrasah stanawiyah Nurul Jadid Mamuju in October 2020. The research used descriptive qualitative research with a phenomenological type. The results of the study showed that (1) the teaching and learning process of Akidah Akhlak is carried out online using the whatsapp application. The teacher prepared the material and uploaded it into the whatsapp application, the learning process began with praying and then entered the core of learning. The closing was done by making conclusions and ended by praying. The evaluation is done by giving assignments to students in the form of worksheets that were uploaded to the WhatsApp application. (2) the online learning is done by instructing the students to study a certain material that has been given, conclude it, and do assignments through the whatsapp application. (3) the obstacles experienced in using the WhatsApp application as a learning medium are related to the availability of supporting facilities for online learning, lack of understanding of students with the material provided by the teacher, easily bored/lazy, unmonitored students’ activities, and less objective evaluation. Keywords: WhatsApp, Online Learning Media, Pandemic Covid-19, Akidah Akhlak.

Page 1 of 4 | Total Record : 35