Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara gaya belajar dan penggunaan media interaktif berbasis budaya lokal terhadap hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) siswa Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain faktorial 3×2, melibatkan 84 siswa kelas V yang dibagi dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen penelitian berupa angket gaya belajar, tes hasil belajar PKn, serta lembar observasi aktivitas. Analisis data dilakukan dengan uji deskriptif dan inferensial menggunakan ANOVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum perlakuan, kemampuan awal kedua kelompok relatif setara, dengan rata-rata nilai pretest sekitar 72. Setelah perlakuan, terdapat peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen yang menggunakan media interaktif berbasis budaya lokal, dengan rata-rata nilai posttest 84,07 (peningkatan 11,43 poin), dibandingkan dengan kelompok kontrol yang menggunakan media konvensional, dengan rata-rata posttest 76,40 (peningkatan 4,47 poin). Selain itu, gaya belajar siswa juga berpengaruh terhadap hasil belajar, di mana siswa dengan gaya belajar kinestetik memperoleh hasil yang lebih tinggi dibanding visual maupun auditori. Media interaktif berbasis budaya lokal memiliki dampak positif yang signifikan dalam meningkatkan hasil belajar PKn siswa Sekolah Dasar. Berdasarkan hasil tersebut, direkomendasikan agar guru sekolah dasar dapat lebih memanfaatkan dan mengembangkan media interaktif berbasis budaya lokal sebagai alternatif strategi pembelajaran yang inovatif dalam mata pelajaran PKn. Selain itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas subjek dan variabel kajian, seperti menambahkan faktor motivasi belajar atau lingkungan sekolah, guna memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai efektivitas media berbasis budaya lokal terhadap peningkatan hasil belajar siswa.
Copyrights © 2025