Kelelahan mata merupakan kelelahan pada mata yang dirasakan oleh pekerja kantoran, terutama mereka yang bekerja menggunakan komputer dengan durasi yang lama tanpa beristirahat. Adapun faktor yang mempengaruhi keluhan ini salah satunya adalah intensitas pencahayaan di ruang kerja. Tujuan dalam kajian ini adalah guna mengetahui hubungan intensitas pencahayaan terhadap kelelahan mata pada pegawai kantor di BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan metode analisis kuantitatif yang melibatkan 35 responden yang bekerja menggunakan komputer. Data dikumpulkan melalui pengukuran kelelahan mata dengan penyebaran kuesioner VFI (Visual Fatigue Index) kelelahan mata dan alat lux meter sebagai pengukuran pencahayaan. Hasil pengukuran intensitas pencahayaan menunjukkan bahwa sebagian besar ruangan kantor memiliki pencahayaan di bawah standar Permenaker No. 5 Tahun 2018, yaitu 300 lux. Tercatat intensitas pencahayaan yang tidak sesuai standar ada paling rendah dari 143 lux sampai 227,6 lux. Sementara itu, hasil pengisian kuesioner menunjukkan bahwa dari 35 responden, yang merasakan keluhan kelelahan mata berjumlah 31 responden dengan persentase 88,6%, dan sebanyak 4 pegawai dengan persentase 11,4% tidak mengalami kelelahan mata. Penelitian ini menunjukkan bahwa adanya hubungan signifikan antara intensitas pencahayaan dengan keluhan kelelahan mata dengan P-value 0,029 (p<0,05) yang menunjukkan bahwa semakin rendah pencahayaan, semakin tinggi tingkat kelelahan mata. . Oleh sebab itu, diperlukan evaluasi dan perbaikan sistem pencahayaan di lingkungan kerja agar tercipta kenyamanan visual dan peningkatan produktivitas kerja pegawai.
Copyrights © 2025