Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) dengan tema "Pemanfaatan Bioaktivator Mikrobat untuk Mendukung Produksi Padi Organik" dilaksanakan di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada bulan Mei-Desember 2025.Program ini bertujuan mengembangkan teknologi bioaktivator berbasis konsorsium lima mikroba unggul sebagai alternatif ramah lingkungan dalam sistem pertanian padi organik. Metode pelaksanaan meliputi kegiatan penyuluhan kepada 30 peserta kelompok tani, demonstration plot seluas 2 hektar dengan desain split plot, produksi bioaktivator menggunakan bioreaktor 1.000 liter, dan evaluasi pertumbuhan serta produktivitas tanaman. Bioaktivator Mikrobat mengandung bakteri penambat nitrogen (2,25 × 10⁹ cfu/ml), pelarut fosfat (5,47 × 10⁷ cfu/ml), penghasil zat pengatur tumbuh (4,67 × 10⁷ cfu/ml), pengendali hayati (3,25 × 10⁷ cfu/ml), dan pendegradasi selulosa (2,51 × 10⁴ cfu/ml). Hasil penelitian menunjukkan aplikasi Mikrobat meningkatkan produktivitas padi dari 5,6 ton/ha (kontrol) menjadi 7,68 ton/ha atau meningkat 37,1%. Selain peningkatan produktivitas, aplikasi Mikrobat juga menunjukkan efektivitas tinggi dalam pengendalian biologis dengan menurunkan intensitas serangan penyakit busuk bulir terlihat pada kontrol 11,25% serangan dan pada perlakuan hanya 3,75% serangan. Berdasarkan aspek ekonomi terdapat penghematan biaya produksi, sekaligus dapat meningkatkan pendapatan. Program ini berhasil menciptakan model bisnis berkelanjutan dengan respon positif petani untuk adopsi teknologi. Teknologi bioaktivator Mikrobat terbukti efektif meningkatkan produktivitas padi organik, mengurangi ketergantungan pada input kimia sintetis, dan mendukung keberlanjutan ekonomi petani. Kata kunci: berkelanjutan, konsorsium, bakteri, padi organik, PPUPIK, produktivitas. ABSTRACT The Campus Intellectual Product Business Development Program (PPUPIK) with the theme "Utilization of Mikrobat Bioactivator to Support Organic Rice Production" was carried out in Tompobulu Subdistrict, Maros Regency, South Sulawesi, from May to December 2025. This program aims to develop a bioactivator technology based on a consortium of five superior microbes as an environmentally friendly alternative in organic rice farming systems. The implementation methods included counseling activities for 30 farmer group participants, a two-hectare demonstration plot with a split plot design, bioactivator production using a 1,000-liter bioreactor, and evaluation of plant growth and productivity. Mikrobat Bioactivator contains nitrogen-fixing bacteria (2.25 × 10⁹ CFU/mL), phosphate-solubilizing bacteria (5.47 × 10⁷ CFU/mL), growth regulator-producing microorganisms (4.67 × 10⁷ CFU/mL), biocontrol agents (3.25 × 10⁷ CFU/mL), and cellulose-degrading bacteria (2.51 × 10⁴ CFU/mL). Research results showed that the application of Mikrobat increased rice productivity from 5.6 tons/ha (control) to 7.68 tons/ha, an increase of 37.1%. In addition to increased productivity, the application of Mikrobat also demonstrated high effectiveness in biological control by reducing the intensity of grain rot disease attacks, as seen in the control group with 11.25% incidence and only 3.75% incidence in the treatment group. From an economic perspective, this can reduce production costs while simultaneously increasing income. This program successfully created a sustainable business model, garnering a positive response from farmers regarding the adoption of technology. Mikrobat bioactivator technology has proven effective in increasing organic rice productivity, reducing dependence on synthetic chemical inputs, and supporting the economic sustainability of farmers. Keywords: Sustainable, consortium, bacteria, organic rice, PPUPIK, productivity.
Copyrights © 2026