Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat eco-anxiety masyarakat pesisir berdasarkan jenis kelamin dan usia. Metode penelitian menggunakan survei kuantitatif dengan 117 responden. Analisis deskriptif menunjukkan mayoritas responden perempuan (78,6%) dengan skor eco-anxiety rata-rata lebih tinggi (Mean = 13,43, SD = 7,03) dibanding laki-laki (Mean = 12,64, SD = 5,91). Berdasarkan usia, skor tertinggi terdapat pada kelompok usia 41–55 tahun (Mean = 14,03, SD = 6,49), diikuti kelompok 21–30 tahun (Mean = 13,52, SD = 7,03), sedangkan kelompok 31–40 tahun memiliki skor terendah (Mean = 11,35, SD = 6,47). Temuan ini menunjukkan perempuan dan kelompok dewasa lanjut cenderung memiliki tingkat eco-anxiety lebih tinggi. Hal ini dapat dijelaskan oleh tingkat paparan informasi isu lingkungan, kesadaran terhadap perubahan iklim, dan tanggung jawab sosial yang lebih besar pada kelompok tersebut. Hasil penelitian menjadi dasar untuk intervensi psikoedukasi terkait kesehatan mental masyarakat pesisir.
Copyrights © 2025