Pengasuhan anak berkebutuhan khusus (ABK) menghadirkan tantangan kompleks yang berpotensi meningkatkan stres, kecemasan, dan kelelahan emosional pada orang tua. Kondisi ini berdampak pada kemampuan orang tua dalam mengelola emosi serta keterlibatan mereka dalam proses pendidikan anak, sebagaimana teramati pada orang tua ABK di SLB Negeri Sri Mujinab, Pekanbaru. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mendeskripsikan efektivitas program mindful parenting sebagai strategi pemberdayaan orang tua ABK dalam mengelola stres dan emosi pengasuhan. Program diikuti oleh 25 orang tua ABK dan dilaksanakan melalui pelatihan terstruktur, praktik kesadaran penuh, diskusi reflektif, serta pendampingan berbasis pengalaman sehari-hari. Evaluasi program menggunakan desain pre-test dan post-test dengan instrumen Parenting Stress Index, Mindful Attention Awareness Scale, dan Self-Compassion Scale, yang dilengkapi dengan Focus Group Discussion (FGD) untuk menggali pengalaman dan perubahan subjektif peserta. Hasil kuantitatif menunjukkan penurunan signifikan tingkat stres pengasuhan dari 125,7 menjadi 98,3 (p<0,001), peningkatan mindfulness dari 3,1 menjadi 4,5 (p<0,001), serta peningkatan self-compassion dari 2,8 menjadi 4,1 (p<0,001). Temuan kualitatif mendukung hasil tersebut, ditunjukkan melalui perubahan perspektif orang tua, peningkatan kualitas interaksi dengan anak, pengelolaan emosi yang lebih adaptif, rasa kebersamaan, serta konsistensi penerapan prinsip mindfulness dalam kehidupan sehari-hari. Disimpulkan bahwa mindful parenting efektif meningkatkan kesejahteraan psikologis orang tua ABK dan berpotensi memberikan manfaat jangka panjang bagi ketahanan keluarga serta keharmonisan hubungan orang tua dan anak
Copyrights © 2025