Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Sekolah Songserm Wittaya, Thailand Selatan, dengan tujuan utama untuk mempertahankan penggunaan bahasa Melayu sebagai identitas budaya lokal serta memperkenalkan pelatihan eco print sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis lingkungan. Program ini melibatkan dosen dan mahasiswa yang berkolaborasi dengan guru dan siswa dalam dua kegiatan utama, yaitu pembelajaran interaktif bahasa dan budaya Melayu serta pelatihan teknik eco print. Studi ini memanfaatkan metode Participatory Action Research (PAR) dalam pendekatan kualitatif, yang dilaksanakan melalui proses wawancara, observasi secara langsung, serta penyelenggaraan FGD antara peserta dan siswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek soft skill dan hard skill peserta. Berdasarkan hasil akhir kegiatan ditemukan bahwa terjadi peningkatan pemahaman sebesar 60% terhadap pemahaman budaya melayu dan 40% peningkatan dalam komunikasi bahasa melayu, serta 68% pemahaman materi eco print dan peningkatan 60% praktik eco print. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian tidak hanya berhasil memperkuat identitas budaya, tetapi juga meningkatkan kesadaran terhadap pelestarian lingkungan dan kemampuan kewirausahaan berbasis kreativitas. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pengabdian lintas negara yang berkelanjutan dalam bidang pendidikan, budaya, dan ekonomi kreatif antara Indonesia dan Thailand.
Copyrights © 2026