Pokdakan Teratai Baru di Desa Pasar Baru, Kabupaten Serdang Bedagai menghadapi ketergantungan tinggi terhadap pakan komersial yang menyerap 68% biaya produksi dengan volatilitas harga 15–20% per tahun, sementara terdapat potensi limbah organik 2–3 ton per hari yang belum termanfaatkan. Karang Taruna dengan 25 anggota muda memiliki akses teknologi tinggi (94% pengguna smartphone), namun belum mengoptimalkan kemampuan digitalnya untuk aktivitas ekonomi produktif. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan kapasitas teknis Pokdakan dalam produksi pakan mandiri berbasis budidaya maggot Black Soldier Fly hingga mencapai minimal 70% kemampuan operasional, serta meningkatkan keterampilan digital marketing Karang Taruna sebesar 100% melalui kolaborasi lintas generasi.Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Sequential Capacity Building dengan prinsip Start Small, Scale Smart, berbasis model University–Community–Government Partnership dan metode Participatory Action Research (PAR). Program dilakukan melalui lima tahapan: sosialisasi, pelatihan teknis, pembangunan infrastruktur produksi, implementasi terbatas, serta monitoring dan evaluasi partisipatif. Hasil tahun pertama menunjukkan partisipasi pelatihan 100% pada budidaya maggot dan 96% pada digital marketing dengan peningkatan pengetahuan masing-masing 83% dan 107%. Infrastruktur produksi mencapai 75% penyelesaian, menghasilkan tepung maggot berkualitas dengan protein 42,3%. Program juga menghasilkan 52 konten promosi digital, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan limbah organik dari 30% menjadi 78%, serta memperkuat kolaborasi antara Pokdakan dan Karang Taruna. Program ini telah membangun fondasi kuat untuk kemandirian pakan ikan dan transformasi ekonomi desa berbasis ekonomi sirkular
Copyrights © 2026