Masalah gizi pada ibu hamil dan balita masih menjadi tantangan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Kecamatan Ambarawa. Rendahnya asupan zat besi dan protein nabati menyebabkan tingginya kasus anemia serta pertumbuhan balita yang kurang optimal. Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan salah satu sumber gizi lokal yang kaya akan zat besi, kalsium, vitamin A, dan protein, namun pemanfaatannya di masyarakat masih terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu kelompok tani serta ibu yang memiliki balita melalui pelatihan pembuatan puding daun kelor sebagai inovasi pangan bergizi tinggi yang mudah diterima anak-anak. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan gizi, demonstrasi pembuatan puding daun kelor, pendampingan praktik langsung, serta evaluasi pengetahuan dan keterampilan peserta. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test kepada 25 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan gizi (dari 45% menjadi 85%) dan keterampilan pengolahan pangan (dari 30% menjadi 90%). Selain itu, tingkat kepuasan peserta mencapai 92%, dan muncul inisiatif wirausaha lokal dengan pembentukan kelompok “Kelor Sehat Ambarawa”. Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi keluarga, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, yaitu upaya menjaga kesehatan sebagai amanah Allah SWT serta wujud amar ma’ruf nahi munkar dalam bidang kesehatan masyarakat. Dengan demikian, pelatihan ini berkontribusi dalam membangun kemandirian gizi, ekonomi, dan spiritual masyarakat berbasis potensi lokal.
Copyrights © 2025