Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab krisis pendaftaran murid baru di sekolah dasar daerah terpencil serta merumuskan strategi penanganan yang kontekstual. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode survei, melibatkan guru dan kepala sekolah di SDN 2 Sriwungu dan SDN 1 Banjarejo sebagai responden. Data dikumpulkan melalui angket dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis pendaftaran murid baru disebabkan oleh interaksi berbagai faktor, yakni keterbatasan infrastruktur, kondisi geografis yang sulit dijangkau, tekanan sosial-ekonomi keluarga, serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan. Selain itu, kebijakan pendidikan yang masih terpusat dan minimnya kemandirian sekolah turut memperparah kondisi tersebut. Secara saintifik, temuan ini menegaskan bahwa penyelesaian masalah pendidikan di wilayah terpencil memerlukan pendekatan holistik yang mencakup aspek struktural, sosial, dan budaya. Upaya kolaboratif antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci dalam menekan kesenjangan akses pendidikan dasar di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Copyrights © 2025