Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Media Bilik Pancasila Materi Nilai-Nilai Pancasila Pada Siswa Kelas II Di UPT SDN 2 Bandung Baru Fitri Febi Yola; Faisal Nur Ilmi; Adzis Ihdza Mahendra; Vindra Alfitra
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 6 (2025): Menulis - Juni
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i6.440

Abstract

Penanaman nilai-nilai Pancasila sejak usia dini sangat penting untuk membentuk karakter cinta tanah air dan nasionalisme pada siswa sekolah dasar. Namun, proses pembelajaran di sekolah masih kurang efektif karena metode yang digunakan belum menarik dan tidak didukung media yang menyenangkan. Penelitian ini mengembangkan media interaktif Bilik Pancasila menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Penelitian dilaksanakan di UPT SD Negeri 2 Bandungbaru pada Mei 2025. Hasil pretest menunjukkan nilai rata-rata 74,5 (kategori sedang), sedangkan nilai post-test meningkat menjadi 82,5 (kategori baik). Penerapan media ini terbukti efektif meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Pancasila serta mendorong partisipasi aktif, berpikir kritis, dan kerja sama dalam pembelajaran.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KRISIS PENDAFTARAN MURID BARU DI SEKOLAH DASAR DAERAH TERPENCIL Fitri Febi Yola; Arman; Adzis Ihdza Mahendra; Vindra Alfitra; Meli Apriliani; Yosita Destriani
Bagimu Negeri Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab krisis pendaftaran murid baru di sekolah dasar daerah terpencil serta merumuskan strategi penanganan yang kontekstual. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode survei, melibatkan guru dan kepala sekolah di SDN 2 Sriwungu dan SDN 1 Banjarejo sebagai responden. Data dikumpulkan melalui angket dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis pendaftaran murid baru disebabkan oleh interaksi berbagai faktor, yakni keterbatasan infrastruktur, kondisi geografis yang sulit dijangkau, tekanan sosial-ekonomi keluarga, serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan. Selain itu, kebijakan pendidikan yang masih terpusat dan minimnya kemandirian sekolah turut memperparah kondisi tersebut. Secara saintifik, temuan ini menegaskan bahwa penyelesaian masalah pendidikan di wilayah terpencil memerlukan pendekatan holistik yang mencakup aspek struktural, sosial, dan budaya. Upaya kolaboratif antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci dalam menekan kesenjangan akses pendidikan dasar di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).