Masa kehamilan merupakan periode kritis yang menentukan kualitas tumbuh kembang anak, baik pada masa awal kehidupan maupun jangka panjang. Perilaku nutrisi ibu hamil—termasuk pemilihan makanan, pemenuhan mikronutrien, dan kepatuhan terhadap rekomendasi gizi—seringkali belum optimal karena rendahnya pengetahuan, akses informasi, serta pengaruh budaya makan. Penguatan perilaku nutrisi adaptif menjadi strategi penting untuk mencegah risiko gangguan pertumbuhan, stunting, serta masalah kesehatan kronis pada anak di kemudian hari. Tujuan: Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan praktik perilaku nutrisi adaptif pada ibu hamil melalui edukasi komprehensif, demonstrasi menu sehat, dan pendampingan intensif. Metode: Program dilaksanakan melalui pendekatan community empowerment dengan tahapan sosialisasi, penyuluhan interaktif, demonstrasi pembuatan menu bergizi seimbang, konsultasi gizi individual, dan pemantauan praktik nutrisi selama empat minggu. Sasaran kegiatan adalah ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas/Posyandu. Evaluasi dilakukan melalui pre–post test pengetahuan dan observasi perubahan perilaku makan. Hasil: Kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada skor pengetahuan ibu hamil mengenai kebutuhan gizi kehamilan dan praktik konsumsi pangan bergizi seimbang. Ibu hamil juga menunjukkan perubahan perilaku adaptif, seperti peningkatan frekuensi konsumsi protein hewani, buah, dan sayuran, serta penurunan konsumsi makanan tinggi gula dan garam. Kesimpulan: Penguatan perilaku nutrisi adaptif melalui edukasi dan pendampingan terbukti efektif meningkatkan kesadaran dan praktik makan sehat pada ibu hamil. Intervensi ini berpotensi mendukung tumbuh kembang anak yang optimal dan kesehatan jangka panjang, sehingga perlu diintegrasikan dalam program kesehatan ibu dan anak di tingkat komunitas.
Copyrights © 2025