Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan-hambatan dalam penerapan pendekatan deep learning pada proses pembelajaran di SMK Nurul Huda Pringsewu. Latar belakang penelitian berangkat dari pentingnya pembelajaran mendalam dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, pemahaman konsep, dan kemandirian belajar siswa, namun implementasinya di kelas masih belum optimal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara semi-terstruktur, dan analisis dokumen. Subjek penelitian ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, melibatkan guru dan siswa yang dipilih berdasarkan keterlibatan langsung dalam penerapan deep learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan utama meliputi rendahnya kesiapan belajar siswa, kebiasaan belajar berorientasi hafalan, keterbatasan waktu pembelajaran, serta kondisi lingkungan pondok pesantren yang mengurangi fokus dan kesempatan siswa dalam mendalami materi. Perbedaan kemampuan dasar antar siswa juga menjadi faktor penghambat dalam pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Meskipun demikian, guru memiliki peran penting sebagai fasilitator adaptif, inovator strategi, mediator kebutuhan belajar, dan motivator dalam membantu siswa menyesuaikan diri dengan tuntutan pembelajaran mendalam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan penerapan deep learning sangat dipengaruhi oleh kesiapan siswa, dukungan lingkungan, dan kemampuan guru beradaptasi, dengan keterbatasan penelitian pada konteks sekolah yang spesifik sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasi secara luas.
Copyrights © 2025