Pemenuhan kebutuhan gizi pada remaja erat kaitannya dengan konsumsi protein hewani, salah satunya adalah konsumsi ikan. Pola konsumsi remaja yang beragam membuat asupan pemenuhan gizi yang tidak maksimal. DKI Jakarta merupakan provinsi padat penduduk yang memiliki potensi sumberdaya perikanan yang besar. Sebagai wilayah pesisir, Kepulauan Seribu dan Teluk Jakarta menjadi wilayah potensi perikanan DKI Jakarta. Namun, tingkat produksi perikanan yang tinggi tidak menjamin masyarakatnya juga memiliki tingkat konsumsi ikan yang tinggi. Sehubung dengan itu, data informasi mengenai tingkat konsumsi ikan di satu wilayah sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh dengan tingkat konsumsi ikan pada remaja. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dan analisis deskriptif menggunakan program SPSS (Social Package of Statistics Software). Data yang didapatkan bersumber dari data primer dengan penyebaran kuisioner melalui Google Formulir yang disebar melalui media sosial. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah cluster random sampling. Responden berjumlah 360 responden yang masing-masing terbagi menjadi 60 responden di 5 kotamadya dan 1 kabupaten. Keempat faktor yaitu kebiasaan makan di masa kanak-kanak, pengetahuan gizi, pendapatan orang tua, dan preferensi konsumen berpengaruh nyata terhadap tingkat konsumsi ikan pada remaja di DKI Jakarta.
Copyrights © 2025