Budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) menghadapi tantangan serius dari penyakit, yang sering dipicu oleh stresor lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis korelasi antara variasi nilai pH air mingguan dengan kerusakan histopatologis kualitatif pada hepatopankreas udang. Pengambilan sampel dan pengukuran pH dilakukan per minggu di tambak intensif dari DOC 20–41. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan nilai pH dengan hasil pengamatan wet mount hepatopankreas. Hasil menunjukkan bahwa terjadi fluktuasi pH yang ekstrem hingga 0,7 dan nilai pH terendah 7,4, yang berada di luar batas ideal budidaya. Kondisi ini menciptakan stres lingkungan yang memicu dampak fisiologis merugikan, termasuk penurunan aktivitas imun. Udang DOC 41 menunjukkan kerusakan hepatopankreas signifikan berupa nekrosis jaringan, atropi tubulus, dan disorganisasi seluler. Kerusakan ini diperkuat dengan temuan spora Enterocytozoon hepatopenaei (EHP) serta dugaan kuat infeksi Vibrio spp. Fluktuasi pH yang ekstrem berperan sebagai faktor pemicu yang melemahkan sistem imun udang, memungkinkan patogen oportunistik untuk berkembang. Kerusakan hepatopankreas yang diakibatkan dapat mengancam efisiensi pakan dan keberlanjutan budidaya.
Copyrights © 2025