Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mutu dan keamanan pangan ikan asin kering yang dipasarkan di pasar tradisional dan modern berdasarkan parameter mikrobiologis dan cemaran bahan kimia. Sampel ikan asin kering dari pasar tradisional (P1) dan pasar modern (P2) diuji sensori, keberadaan Staphylococcus aureus, dan kandungan formalin. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai sensori pada kedua sampel memenuhi SNI 2346:2015, namun pada parameter jamur, sampel P1 memperoleh skor 9 dan P2 skor 8, mengindikasikan adanya kontaminasi pada kedua sampel, meskipun lebih tinggi pada pasar tradisional. Uji Staphylococcus aureus memperlihatkan sampel P1 mengandung 9,1 × 10² koloni/g, melebihi ambang batas SNI 2332.9:2015 yaitu 1 × 10² koloni/g, sedangkan sampel P2 tidak terdeteksi. Uji formalin menggunakan test kit menunjukkan hasil negatif pada kedua sampel, sehingga ikan asin kering relatif aman dari cemaran bahan kimia berbahaya. Temuan ini menegaskan bahwa perbedaan kondisi pasar berpengaruh terhadap mutu mikrobiologis ikan asin kering, di mana pasar tradisional memiliki tingkat kontaminasi yang lebih tinggi dibandingkan pasar modern. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya pengawasan ketat, penerapan standar higiene dan sanitasi, serta edukasi kepada produsen dan pedagang untuk memastikan produk ikan asin kering yang beredar aman, sehat, dan sesuai standar mutu.
Copyrights © 2025