Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyimpangan bahasa yang dilakukan murid kepada gurunya di sekolah dasar. Kajian ini menerapkan metode kualitatif. Data penelitian yang digunakan berupa tuturan antara murid kepada guru di kelas VI berupa pelanggaran maksim ketidaksopanan di SDI Mabdaul Falah. Adapun tahapan-tahapan pengumpulan data sebagai berikut: (1) mengumpulkan data yang sesuai (2) mereduksi data yang relevan (3) menyajikan data (4) menarik kesimpulan. Penelitian ini memastikan analisis dilakukan secara menyeluruh dan relevan. Penelitian ini menghasilkan enam temuan maksim yaitu: (1) kebijaksanaan (2) kedermawanan (3) penghargaan (4) kesederhanaan (5) permufakatan (6) kesimpatisan. Peneliti mengklasifikasi dan menyaring dalam setiap maksim ada dua contoh data serta pemaparannya. Jadi, total peneliti memperoleh sebanyak 12 data dari 6 maksim.Berdasarkan permasalahan yang telah dikaji. Hasil penelitian ini memiliki implikasi penting dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pembentukan karakter dan etika berbahasa murid di sekolah dasar. Ditemukannya pelanggaran terhadap enam maksim kesantunan menunjukkan perlunya perhatian lebih dari guru, orang tua, dan pembuat kebijakan pendidikan terhadap pembelajaran etika komunikasi sejak dini.
Copyrights © 2025