Pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur tidak hanya berdampak pada infrastruktur saja, melainkan dari aspek sosial budaya masyarakat juga akan berubah. Samarinda sebagai daerah penyangga Ibu Kota Negara harus sigap menghadapi transformasi sosial budaya dengan menggaungkan Festival Mahakam sebagai event budaya daerah. Manajemen dalam komunikasi Festival Mahakam dibutuhkan guna untuk mencapai kesepahaman koordinasi antar anggota. Penelitian ini menggunakan teori Four Stepp Process Cutlip, Center & Bloom’s yang dimana penelitian diawali dengan Defending Public Problems, Planning and programming, Taking action and communication, Evaluating. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi manajemen komunikasi Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Samarinda dalam melakukan perencanaan, pengorganisasian, dan evaluasi guna mempertahankan budaya Kalimantan Timur melalui Festival Mahakam Untuk mengungkapkan persoalan tersebut secara menyeluruh dan mendalam, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa implementasi Manajemen Komunikasi yang tejadi pada Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Samarinda belum dilakukan secara komperehensif. Perencanaan pada Festival Mahakam tidak melibatkan masukan masyarakat umum diluar organisasi terkait. Sehingga tema yang diangkat dianggap tidak bervariasi untuk bersaing di tingkat nasional.
Copyrights © 2025