Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Pola komunikasi dalam resolusi konflik pada pasangan long distance marriage di Samarinda Nada Paramita; Kheyene Molekandella Boer; Rina Juwita; Ziya Ibrizah
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 11 No 1 (2025): April 2025 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jk.v11i1.42253

Abstract

Fenomena pernikahan jarak jauh semakin berkembang, baik di Indonesia maupun dunia, dengan banyak pasangan suami istri terpisah akibat tuntutan pekerjaan atau pendidikan. Hal ini menimbulkan tantangan dalam menjaga hubungan harmonis. Komunikasi efektif dan manajemen konflik yang tepat sangat penting untuk mencegah perceraian. Kota Samarinda mencatat angka perceraian tertinggi di Kalimantan Timur, menandakan adanya masalah serius dalam hubungan pernikahan, termasuk pernikahan jarak jauh. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, melibatkan wawancara mendalam dengan beberapa pasangan. Penelitian ini menggunakan teori penetrasi sosial sebagai kerangka teoritis. Teori ini menjelaskan bagaimana individu membangun kedekatan melalui proses pengungkapan diri yang bertahap. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi pola komunikasi antar pasangan. Beberapa pasangan menerapkan pola komunikasi persamaan, yang ditandai dengan komunikasi terbuka, jujur, dan mendalam, menciptakan keintiman emosional. Ada pula pasangan dengan pola komunikasi seimbang terpisah, di mana masing-masing memiliki kekuasaan dalam bidang berbeda. Sementara itu, beberapa pasangan menunjukkan pola komunikasi monopoli, di mana satu pihak mendominasi percakapan. Penelitian ini menemukan bahwa pola komunikasi yang sehat dan seimbang berpengaruh besar terhadap kualitas hubungan dalam pernikahan jarak jauh, serta pentingnya pengungkapan diri untuk membangun keintiman dan saling pengertian.Secara keseluruhan, penelitian ini akan memberi pemahaman yang lebih baik tentang tantangan yang dihadapi pasangan dalam pernikahan jarak jauh serta memberikan rekomendasi praktis untuk meningkatkan komunikasi dan pengelolaan konflik, yang pada akhirnya dapat mengurangi angka perceraian dan meningkatkan kualitas kehidupan pernikahan di masyarakat.
Strategi Pengembangan Merchandise Gresik United dengan Analisis SWOT: Membangun Pertumbuhan Merek Berkelanjutan dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal Ibrizah, Ziya; Nurrohman, Rosyid; Hidayah, Ahmad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 2 (2025): Mei - Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i2.1094

Abstract

Penjualan merchandise merupakan salah satu sumber pendapatan penting bagi klub sepak bola, termasuk Gresik United. Artikel ini menganalisis strategi pengembangan merchandise Gresik United melalui pendekatan SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk meningkatkan nilai merek dan pemberdayaan ekonomi lokal. Dengan menggunakan analisis SWOT, artikel ini mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan internal klub serta peluang dan ancaman eksternal yang memengaruhi penjualan merchandise. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan kualitas produk, inovasi desain, optimasi pemasaran digital, serta diversifikasi produk dapat memperkuat posisi Gresik United di pasar merchandise. Pendekatan pemasaran yang lebih terarah melalui kerja sama dengan influencer dan pengembangan saluran distribusi digital, seperti platform e-commerce, dapat memperluas jangkauan pasar secara efektif dan berkelanjutan. Selain itu, dengan menjalin kerjasama dengan pemasok lokal, Gresik United dapat meningkatkan kontribusinya terhadap ekonomi lokal. Prediksi dampak implementasi strategi ini menunjukkan adanya potensi peningkatan pendapatan hingga 30% dalam dua tahun, yang dapat mencapai tambahan pendapatan sekitar Rp150.000.000 per tahun. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi klub sepak bola lainnya dalam memanfaatkan merchandise sebagai alat pengembangan merek dan pemberdayaan ekonomi lokal, serta sebagai kontribusi positif terhadap penguatan ekonomi masyarakat di sekitarnya.
ANALISIS MAKNA FATHERLESS PADA LIRIK LAGU SAUDADE KARYA KUNTO AJI Rahman, Mulya Huda; Dwivayani, Kadek Dristiana; Ibrizah, Ziya; Boer, Kheyene Molekandella
Jurnal Riset Mahasiswa Dakwah dan Komunikasi Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jrmdk.v7i2.36377

Abstract

Meningkatnya perhatian terhadap fatherless khususnya di kalangan remaja beranjak dewasa, yang seringkali disampaikan melalui berbagai bentuk komunikasi, termasuk musik. Salah satu lagu yang memuat tentang fatherless adalah “Saudade” yang diciptakan oleh Kunto Aji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fatherless yang terkandung dalam lirik “Saudade” Karya Kunto Aji. Metode penelitian ini ialah pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data observasi dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemilihan bahasa sederhana yang digunakan dalam lirik "Saudade" menggambarkan perasaan anak saat mengenang orang tuanya. Kebahagiaan serta kesedihan orang tua saat sang anak telah beranjak dewasa dan mulai menapaki kehidupan sesungguhnya menjadi bentuk keikhlasan orang tua yang menjadi benang merah dalam lirik lagu "Saudade". Perasaan kehilangan atas kepergian orang tua, ketika anak mengamalkan perasaan ikhlas dalam kehidupannya, dan makna lain yang disampaikan Kunto Aji dalam lagu “Saudade”.
Resilient Coastal Communities of Bontang Kuala: The Role of Digital Communication Strategy in Post-Crisis Recovery Ibrizah, Ziya; Nurrohman, Rosyid; Sarifuddin, Andri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.3318

Abstract

This study explores the role of digital communication strategies in strengthening the resilience and post-crisis recovery of coastal communities, with a specific focus on Bontang Kuala, a floating settlement in East Kalimantan, Indonesia. Employing a qualitative descriptive approach and a case study design, the research examines how localized digital practices support socio-economic adaptation in a vulnerable coastal setting. Data were collected through semi-structured interviews, observation, and secondary sources, then analyzed thematically using NVivo. Findings reveal that digital platforms particularly WhatsApp, Facebook, and Instagram have become crucial tools for coordination, economic revitalization, and social solidarity during recovery periods. Community-led digital initiatives, such as online tourism campaigns and crowdfunding, demonstrated the potential of digital media to enhance collective action and restore livelihoods. However, digital inequality persists due to uneven access, literacy gaps, and connectivity limitations, particularly among older fishermen and women entrepreneurs. The study concludes that digital communication functions not merely as a technological solution but as a social mechanism fostering collaborative resilience and adaptive learning. The results offer theoretical contributions to digital resilience communication and practical implications for inclusive digital transformation policies in coastal regions.
OPTIMALISASI PEMBERDAYAAN UMKM GRESIK UNITED UNTUK MENINGKATKAN BRAND AWARENESS DAN SUSTAINABLE COMPETITIVE ADVANTAGE Ibrizah, Ziya; Nurrohman, Rosyid; Hidayah, Ahmad; Prajuliyanto, Agung
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 4 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i4.1718-1728

Abstract

Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya di sektor produk domestik bruto (PDB) dan penyerapan tenaga kerja. Namun, UMKM di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan modal, rendahnya kualitas produk, serta kurangnya pengetahuan dalam branding dan pemasaran digital. Gresik United, sebagai salah satu komunitas UMKM di Kabupaten Gresik, berfokus pada pengembangan usaha kecil di bidang merchandise. Berdasarkan analisis SWOT, UMKM merchandise Gresik United menghadapi tantangan dalam hal desain produk, kualitas, serta pemasaran yang kurang optimal. Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemberdayaan UMKM Merchandise Gresik United dengan pendekatan berbasis pelatihan, workshop, dan pendampingan, yang difokuskan pada peningkatan brand awareness dan penguatan keunggulan kompetitif berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi survei awal, pelatihan branding dan pemasaran digital, workshop pengembangan keunggulan kompetitif, serta pendampingan implementasi strategi. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat membantu UMKM Merchandise Gresik United meningkatkan daya saing mereka di pasar lokal dan nasional, sekaligus memberikan kontribusi terhadap pemberdayaan ekonomi lokal.
Interpersonal Communication of Vaporista With Consumers in Building Consumer Trust at AMW Vapestore Samarinda Asih, Nur; Purwanti , Silviana; Ibrizah, Ziya; Kristian, Dony
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 6 No. 10 (2025): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v6i10.2046

Abstract

This qualitative study examines how interpersonal communication between vaporistas (vape shop frontline staff) and consumers builds trust at AMW Vapestore Samarinda, Indonesia. Using social penetration theory by Altman and Taylor (1973), the research explores five stages of relationship development: orientation, exploratory affective, affective, stable, and depenetration. Through in-depth interviews with vaporistas and regular customers who visited at least five times, findings reveal that trust building begins with simple conversations during the orientation stage, progresses through gradual self-disclosure and emotional expression, and culminates in stable relationships characterized by mutual openness and predictability. Vaporistas demonstrate customer service excellence by actively providing product information, showing empathy, and maintaining supportive attitudes. The study confirms that interpersonal communication significantly influences consumer trust, with successful relationships reaching the stable stage where personal connections transcend transactional interactions. However, conflicts can lead to relationship deterioration. The research contributes to understanding frontline communication strategies in the vape retail industry and provides practical implications for employee training and customer relationship management.
Manajemen Komunikasi Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Samarinda dalam Melestarikan Budaya Lokal Melalui Festival Mahakam Pertiwi, Hanna; Juwita, Rina; Nurliah, Nurliah; Ibrizah, Ziya
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 5 No. 12 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v5i12.32593

Abstract

Pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur tidak hanya berdampak pada infrastruktur saja, melainkan dari aspek sosial budaya masyarakat juga akan berubah. Samarinda sebagai daerah penyangga Ibu Kota Negara harus sigap menghadapi transformasi sosial budaya dengan menggaungkan Festival Mahakam sebagai event budaya daerah. Manajemen dalam komunikasi Festival Mahakam dibutuhkan guna untuk mencapai kesepahaman koordinasi antar anggota. Penelitian ini menggunakan teori Four Stepp Process Cutlip, Center & Bloom’s yang dimana penelitian diawali dengan Defending Public Problems, Planning and programming, Taking action and communication, Evaluating. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi manajemen komunikasi Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Samarinda dalam melakukan perencanaan, pengorganisasian, dan evaluasi guna mempertahankan budaya Kalimantan Timur melalui Festival Mahakam Untuk mengungkapkan persoalan tersebut secara menyeluruh dan mendalam, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa implementasi Manajemen Komunikasi yang tejadi pada Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Samarinda belum dilakukan secara komperehensif. Perencanaan pada Festival Mahakam tidak melibatkan masukan masyarakat umum diluar organisasi terkait. Sehingga tema yang diangkat dianggap tidak bervariasi untuk bersaing di tingkat nasional.
Opini Publik Terhadap Revitalisasi Citra Niaga Samarinda Alvis, Lauransia Soraida; Ibrizah, Ziya; Dwivayani, Kadek Dristiana; Juwita, Rina
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4472

Abstract

Revitalisasi Citra Niaga Samarinda merupakan upaya Pemerintah Kota Samarinda untuk mengembalikan fungsi Citra Niaga sebagai ruang publik yang inklusif, sebagaimana kejayaannya pada era 1990-an. Program ini dilaksanakan sebagai respons terhadap menurunnya daya tarik Citra Niaga, baik sebagai kawasan wisata maupun ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui opini publik terhadap revitalisasi Citra Niaga. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Analisis penelitian menggunakan teori Spiral of Silence serta konsep pembentuk opini publik dari Renald Kasali yang mencakup aspek cognition, affection, dan behavior. Hasil penelitian menunjukkan bahwa opini publik terhadap revitalisasi Citra Niaga cenderung mengikuti arus opini dominan di masyarakat, sesuai dengan asumsi teori Spiral of Silence. Publik memahami revitalisasi sebagai upaya perbaikan kawasan, meskipun pemahaman tersebut hanya berada pada tataran dasar dan belum menyentuh arah jangka panjang maupun dampak terhadap aktivitas perdagangan. Publik menunjukkan reaksi emosional yang positif karena revitalisasi dinilai mampu menghidupkan kembali eksistensi kawasan, meskipun terdapat kekecewaan terkait aspek-aspek penting yang tidak dipenuhi, seperti kebutuhan pendampingan usaha. Selanjutnya, publik menunjukkan dukungan melalui kepatuhan terhadap arahan pengelola, menjaga kebersihan kawasan,, serta perilaku pengunjung yang turut merekomendasikan Citra Niaga melalui media sosial. Secara keseluruhan, opini publik terhadap revitalisasi Citra Niaga bersifat positif, namun diiringi dengan kritik yang tidak sepenuhnya diungkapkan secara terbuka.
Perilaku Komunikasi Pemujaan pada Fandom Idol Korea dalam Komunitas EXO-L Samarinda Linda Ayu Lestari; Kadek Dristiana Dwivayani; Harry Isra Muhammad; Ziya Ibrizah
Jurnal Kajian dan Penelitian Umum Vol. 4 No. 2 (2026): April: Jurnal Kajian dan Penelitian Umum
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/jkpu-nalanda.v4i2.2248

Abstract

The Korean Wave (Hallyu) phenomenon has significantly influenced Indonesian popular culture, including the emergence of fan communities or fandoms. One of the major fandoms that has developed is EXO-L, the fan community of the Korean idol group EXO. This study aims to describe the idolization behavior that occurs within the EXO-L Samarinda community, as well as the factors that drive it and its impact on fans' lives. This study uses Henry Jenkins' fandom theory and uses a qualitative descriptive method with a phenomenological approach. Data were obtained through observation, in-depth interviews with four informants who are members of the EXO-L Samarinda community, and documentation of community activities both online and offline. The results show that the idolization behavior of EXO-L Samarinda members is formed through three stages of celebrity workshop, namely entertainment-social, intense-personal, and borderline-pathological. This behavior is manifested through intensive discussions about idols, strong emotional bonds, and consumptive actions such as purchasing merchandise and the desire to attend concerts abroad. The main factors driving idolization behavior include interest in EXO's music and visuals, the influence of the social environment, and the role of social media in forming intense interactions. The positive impacts of this behavior include the formation of solidarity and personal motivation, while the negative impacts include consumerism, emotional dependence, and the emergence of excessive fanaticism. This research is expected to contribute to the study of communication science, particularly in understanding the phenomenon of fandom and worship behavior in the digital media era.
Strategi Komunikasi DPMPD Prov. Kaltim dalam Mendorong Partisipasi Masyarakat melalui Program Pembangunan Desa Berbasis BUMDes Muhammad Hilmy Sahna Putra; Rina Juwita; Ziya Ibrizah
TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humani... Vol. 4 No. 1 (2026): Februari: TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/tuturan.v4i1.2233

Abstract

This study analyzes the participatory communication strategy implemented by the Department of Community and Village Empowerment (DPMPD) of East Kalimantan Province in developing Village-Owned Enterprises (BUMDes). The study is motivated by the communication challenges faced in empowering BUMDes, particularly the dominance of top-down communication patterns, unequal dissemination of information, and limited community participation in village economic development. This research aims to identify the communication strategies used by DPMPD, examine the obstacles encountered in their implementation, and analyze the participatory communication approach applied in the empowerment process. This research employed a descriptive qualitative method with a case study approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving DPMPD officials and several active and inactive BUMDes managers in East Kalimantan. The findings show that DPMPD applies communication strategies through audience identification, message development, method selection, and media utilization. Face-to-face communication, training programs, digital platforms, and collaborative partnerships were used to increase the capacity and participation of BUMDes managers. However, challenges such as limited human resources, geographical barriers, and unequal digital access still hinder the effectiveness of communication. The study concludes that participatory and dialogical communication approaches are essential in strengthening village economic independence and increasing community involvement in sustainable BUMDes development.