Penambangan bawah tanah memiliki tantangan utama dalam menjaga kestabilan lubang bukaan, yang sangat dipengaruhi oleh kekuatan massa batuan. Di daerah penambangan emas rakyat Plampang II, batuan andesit sebagai batuan induk memerlukan penentuan nilai konstanta massa batuan utuh (mi) sebagai parameter dalam generalized Hoek-Brown failure criterion untuk memperkirakan kekuatan batuan di bawah kondisi tegangan tiga arah. Penelitian ini menggunakan uji triaksial terhadap lima belas conto batuan andesit dengan variasi tegangan utama minimum (σ3). Data diolah menggunakan pendekatan statistik dan numerik untuk menentukan nilai mi, lalu dianalisis kesesuaiannya dengan referensi dari Hoek (2006). Nilai mi yang diperoleh, yakni 29,46 (statistik) dan 27,14 (numerik), berada dalam rentang literatur (25 ± 5) menurut Hoek (2006). Nilai mi hasil penelitian digunakan dalam simulasi kestabilan lubang bukaan dan vertical shaft menggunakan perangkat lunak elemen hingga. Hasil simulasi menunjukkan bahwa lubang bukaan dan vertical shaft menunjukkan kondisi tidak stabil. Nilai Strength Factor (SF) pada keduanya kurang dari 1,00, menandakan kondisi batuan sudah berada di fase plastis. Oleh karena itu, diperlukan penyangga tambahan untuk meningkatkan kestabilan dan keamanan tambang bawah tanah.
Copyrights © 2025