UKM kerupuk singkong di Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Malang, menghadapi kendala utama dalam proses produksi, terutama pada tahap pengirisan bahan baku yang masih dilakukan secara manual. Proses tersebut tidak hanya memerlukan waktu yang lama, tetapi juga menghasilkan ketebalan irisan yang tidak seragam sehingga berdampak pada kualitas produk dan kapasitas produksi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas UKM melalui implementasi teknologi tepat guna berupa mesin pengiris otomatis. Metode pelaksanaan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu (1) FGD Sosialisasi Program sebagai media penyuluhan dan diskusi, (2) Pelatihan intensif bagi mitra dan karyawan terkait penggunaan teknologi baru, serta (3) Pendampingan operasional untuk memastikan keterampilan yang diperoleh dapat diaplikasikan secara mandiri dan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan mesin pengiris otomatis mampu meningkatkan kapasitas produksi dari 100–120 kg menjadi 150–180 kg per batch, waktu pengirisan berkurang menjadi 2–2,5 jam, dan ketebalan irisan lebih seragam (1–2 mm). Selain itu, keterampilan karyawan dalam mengoperasikan serta merawat mesin meningkat, dan keluhan terkait panas maupun kelelahan berkurang. Kesimpulannya yang dapat diambil dari program ini adalah penerapan teknologi pengiris otomatis terbukti efektif dalam mengoptimalkan proses produksi kerupuk singkong, meningkatkan daya saing UKM, dan membuka peluang pengembangan usaha secara berkelanjutan. Kata Kunci: Teknologi Tepat Guna, Mesin Pengiris Otomatis, Efisiensi Produksi, UKM Kerupuk Singkong
Copyrights © 2025