Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis implementasi kebijakan perluasan kesempatan kerja pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan. Permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan, masih menghadapi tantangan serius, seperti tingginya angka pengangguran, ketimpangan distribusi pekerjaan, dan kurangnya keterampilan tenaga kerja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang bertujuan untuk menggambarkan secara sistematis dan faktual fenomena yang sedang diteliti.melalui teknik pengamatan langsung, Wawancara dan Dokumnetasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan belum sepenuhnya optimal, meskipun program pelatihan dan penempatan kerja telah rutin dilaksanakan. Faktor komunikasi, ketersediaan sumber daya, disposisi implementor, dan struktur birokrasi menjadi faktor kunci yang memengaruhi efektivitas kebijakan berdasarkan model implementasi George C. Edwards III. Hambatan seperti kurangnya koordinasi antarlembaga, keterbatasan anggaran, dan rendahnya digitalisasi menjadi kendala utama. Meskipun demikian, adanya kolaborasi dengan mitra kerja serta keterlibatan aktor-aktor strategis menunjukkan potensi untuk penguatan implementasi kebijakan ke depan. Penelitian ini memberikan rekomendasi agar peningkatan kualitas SDM, pemanfaatan teknologi informasi, serta evaluasi dan adaptasi kurikulum pelatihan dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas program perluasan kesempatan kerja.
Copyrights © 2026