This study aims to examine the effect of parenting self-efficacy on parental burnout among working single mothers. Parental burnout is a condition that working single mothers are particularly vulnerable to, as they must simultaneously fulfill dual roles. The pressure from job demands and parenting responsibilities can trigger emotional exhaustion, feelings of detachment, and a decline in effectiveness in their parenting role. Parenting self-efficacy is known to be one of the factors that can help single mothers cope with parenting challenges. This study is a non-experimental quantitative research that involves two variables: Parental Burnout and Parenting Self-Efficacy. A total of 389 participants were involved in this study, with the following criteria: a) working single mothers, b) having children aged 5 to 12 years, and c) living in the same household as the child. Logistic regression analysis showed a significant negative effect of parenting self-efficacy on parental burnout among working single mothers, with an influence of 67.9%. This indicates that the higher the level of parenting self-efficacy in working single mothers, the lower the likelihood of experiencing parental burnout. Practically, the results suggest the importance of interventions and programs aimed at strengthening parenting self-efficacy to reduce parental burnout in working single mothers. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh parenting self-efficacy terhadap parental burnout pada ibu tunggal bekerja. Parental burnout merupakan kondisi yang rentan dialami oleh ibu tunggal yang bekerja karena harus menjalankan peran ganda secara bersamaan. Tekanan dari tuntutan pekerjaan serta tanggung jawab pengasuhan anak dapat memicu kelelahan emosional, kejenuhan, dan penurunan efektivitas dalam peran sebagai orang tua. Parenting self-efficacy diketahui dapat menjadi salah satu faktor yang membantu ibu tunggal dalam menghadapi tantangan pengasuhan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non eksperimen, dengan menggunakan dua variabel yaitu variabel Parental Burnout dan Parenting Self-efficacy. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 389 partisipan dengan kriteria; a) Ibu tunggal bekerja, b) memiliki anak usia 5 -12 tahun, c) tinggal dirumah yang sama dengan anak. Hasil analisis regresi logistik menunjukkan terdapat pengaruh negatif dan signifikan parenting self-efficacy terhadap parental burnout pada ibu tunggal bekerja sebesar 67,9%. Artinya, semakin tinggi parenting self-efficacy pada ibu tunggal yang bekerja, maka kemungkinan mengalami parental burnout akan semakin rendah. Secara praktis, hasil penelitian ini merekomendasikan perlunya intervensi dan program penguatan parenting self-efficacy untuk menekan risiko parental burnout pada ibu tunggal bekerja.
Copyrights © 2025