Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Cinta Pertama Hilang: Mengungkap Dinamika Forgiveness Perempuan Dewasa Tanpa Ayah Pasca Perceraian Anjani, Alfira Fitria; Anjani, Nadira Kurniawan Mulia; Giovana, Sharel; Apriliani, Sela; Farisandy, Ellyana Dwi
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 1
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v17i1.332

Abstract

Kasus perceraian di Indonesia sendiri masih sangat tinggi dan menduduki peringkat ke-7 di Asia dengan kasus fatherless paling tinggi ke-3 di dunia. Sebagaimana diketahui bahwa perceraian dapat berdampak pada kondisi psikologis anak dalam jangka panjang. Perceraian yang terjadi pada saat usia remaja, biasanya akan sulit untuk dimaafkan. Sebagaimana data survei menunjukkan bahwa 73% dari 20 anak korban perceraian belum memaafkan orang tuanya. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana forgiveness pada perempuan dewasa awal yang dibesarkan tanpa kehadiran ayah akibat perceraian. Penelitian kualitatif digunakan agar dapat melihat dan menggambarkan dengan jelas dinamika yang ingin diketahui. Kemudian, paradigma interpretif digunakan dalam penelitian. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan pendekatan fenomenologis yang berfokus pada pemahaman mendalam tentang bagaimana individu merasakan, memahami, dan menginterpretasikan dunia mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling, dengan karakteristik subjek perempuan dewasa awal (20-40 tahun); tidak tinggal serumah dengan ayah sejak perceraian orang tua dan tinggal bersama nenek, kakek, serta ibu; perceraian orang tua terjadi karena perselingkuhan dari pihak ayah; dan perceraian terjadi ketika masa remaja (9-12 tahun). Adapun jumlah subjek dalam penelitian ini yaitu dua orang. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan instrumen Heartland Forgiveness Scale dengan teknik analisa data yaitu analisis tematik. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan terkait aspek forgiveness, kedua partisipan telah memaafkan dari segi aspek forgiveness of self dan forgiveness of situation. Sedangkan, pada aspek forgiveness of others terdapat perbedaan dari masing-masing partisipan.
The Effect of Lavender Aromatherapy on College Students’ Attention Giovana, Sharel; Anjani, Nadira Kurniawan Mulia; Putri, Nadhira Aulia; Qintari, Lathifanya Amanda; Apriliani, Sela; Farisandy, Ellyana Dwi
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 1 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v13i1.13204

Abstract

Adequate and relaxed learning conditions will create an individual focus and concentration so as to create an effective learning or work process. One condition of optimizing individual cognitive processes as an effort to increase focus and attention is to involve aromatherapy as a scent that can help build a relaxing learning atmosphere. Lavender aromatherapy itself is known to provide anxiolytic effects as an anti-anxiety which can provide a calming effect and increase a person's cognitive performance. Therefore, this study aims to see if there are any differences between the experimental group that was exposed to lavender aromatherapy and the control group that was not exposed to aromatherapy before working on The d2 of Attention Test measuring instrument. This study used the true experimental research strategy method, with a randomized two-group post-test-only design. In addition, a non-probability sampling method (convenience sampling) was used to obtain easily accessible participant data. Participants were psychology students who do not have any olfactory issues. The testing was carried out using Independent Sample T-Test analysis technique for different tests. The experimental results revealed that there was a significant difference between the experimental group and the control group with a significant difference in the average score. This proves that lavender aromatherapy has an influence on an individual attentional function. Kondisi belajar yang baik dan nyaman akan membuat seseorang fokus dan berkonsentrasi sehingga terciptanya proses belajar ataupun bekerja yang efektif. Salah satu bentuk dari mengoptimalkan proses kognitif seseorang sebagai usaha untuk meningkatkan fokus dan atensi adalah dengan melibatkan aromaterapi sebagai aroma yang dapat membantu membangun suasana belajar yang nyaman. Aromaterapi lavender sendiri dikenal dapat memberikan efek ansiolitik sebagai anti cemas yang dapat memberikan efek tenang dan meningkatkan gairah kinerja kognitif seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan pada kelompok eksperimen yang diberikan paparan aromaterapi lavender dan kelompok kontrol yang tidak diberikan paparan aromaterapi sebelum mengerjakan alat ukur The d2 of Attention Test. Penelitian ini menggunakan metode true experimental research strategy, dengan randomized two group design posttest-only. Selain itu, digunakan metode non-probability sampling (convience sampling) untuk mendapatkan data partisipan yang mudah dijangkau. Partisipan merupakan mahasiswa psikologi yang tidak memiliki masalah penciuman. Pengujian dilakukan dengan menggunakan teknik analisis Independent Sample T-Test untuk uji beda. Hasil eksperimen menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan perbedaan skor rata-rata yang signifikan. Hal ini membuktikan bahwa aromaterapi lavender memiliki pengaruh terhadap fungsi atensi seseorang.
Peran Parenting Self-efficacy Terhadap Parental Burnout pada Ibu Tunggal Bekerja Apriliani, Sela; Farisandy, Ellyana Dwi
Jurnal Psikologi Perseptual Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Fakultas of Psychology, Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v10i2.15489

Abstract

This study aims to examine the effect of parenting self-efficacy on parental burnout among working single mothers. Parental burnout is a condition that working single mothers are particularly vulnerable to, as they must simultaneously fulfill dual roles. The pressure from job demands and parenting responsibilities can trigger emotional exhaustion, feelings of detachment, and a decline in effectiveness in their parenting role. Parenting self-efficacy is known to be one of the factors that can help single mothers cope with parenting challenges. This study is a non-experimental quantitative research that involves two variables: Parental Burnout and Parenting Self-Efficacy. A total of 389 participants were involved in this study, with the following criteria: a) working single mothers, b) having children aged 5 to 12 years, and c) living in the same household as the child. Logistic regression analysis showed a significant negative effect of parenting self-efficacy on parental burnout among working single mothers, with an influence of 67.9%. This indicates that the higher the level of parenting self-efficacy in working single mothers, the lower the likelihood of experiencing parental burnout. Practically, the results suggest the importance of interventions and programs aimed at strengthening parenting self-efficacy to reduce parental burnout in working single mothers. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh parenting self-efficacy terhadap parental burnout pada ibu tunggal bekerja. Parental burnout merupakan kondisi yang rentan dialami oleh ibu tunggal yang bekerja karena harus menjalankan peran ganda secara bersamaan. Tekanan dari tuntutan pekerjaan serta tanggung jawab pengasuhan anak dapat memicu kelelahan emosional, kejenuhan, dan penurunan efektivitas dalam peran sebagai orang tua. Parenting self-efficacy diketahui dapat menjadi salah satu faktor yang membantu ibu tunggal dalam menghadapi tantangan pengasuhan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non eksperimen, dengan menggunakan dua variabel yaitu variabel Parental Burnout dan Parenting Self-efficacy. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 389 partisipan dengan kriteria; a) Ibu tunggal bekerja, b) memiliki anak usia 5 -12 tahun, c) tinggal dirumah yang sama dengan anak. Hasil analisis regresi logistik menunjukkan terdapat pengaruh negatif dan signifikan parenting self-efficacy terhadap parental burnout pada ibu tunggal bekerja sebesar 67,9%. Artinya, semakin tinggi parenting self-efficacy pada ibu tunggal yang bekerja, maka kemungkinan mengalami parental burnout akan semakin rendah. Secara praktis, hasil penelitian ini merekomendasikan perlunya intervensi dan program penguatan parenting self-efficacy untuk menekan risiko parental burnout pada ibu tunggal bekerja.