Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan potensi diri siswa sebagai fondasi untuk mencapai kompetensi 5C (Critical Thinking, Creativity, Communication, Collaboration, dan Character) di era Society 5.0. Menggunakan metode studi literatur kualitatif, penelitian ini mengkaji berbagai sumber primer dan sekunder, termasuk buku, jurnal ilmiah, dan dokumen kebijakan seperti Kurikulum Merdeka dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan potensi diri merupakan proses holistik yang dipengaruhi oleh faktor internal (motivasi, kesadaran diri) dan eksternal (peran guru, dukungan sekolah, teknologi). Kompetensi 5C tidak dapat berkembang parsial, tetapi harus dibangun secara integratif melalui strategi pembelajaran seperti Project-Based Learning (PjBL), pembelajaran berdiferensiasi, dan integrasi literasi digital. Implementasi Kurikulum Merdeka dan P5 menjadi instrumen strategis yang menghubungkan pembelajaran akademik dengan pembentukan karakter dan keterampilan abad ke-21. Artikel ini menyimpulkan bahwa pendidikan di era Society 5.0 harus berorientasi pada student-centered learning dan pengembangan manusia seutuhnya untuk menghasilkan peserta didik yang adaptif, kreatif, kolaboratif, komunikatif, dan berkarakter kuat.
Copyrights © 2025