Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan pentingnya kemampuan komunikasi dalam proses pembelajaran di kelas. Alternatif yang dapat digunakan guru untuk memfasilitasi keterampilan komunikasi adalah dengan menerapkan model pembelajaran brain-based learning (BBL). Subjek penelitian adalah murid tingkat 10 dan sebanyak 30 murid. Tes esai dan wawancara semi terstruktur digunakan sebagai instrumen penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain studi kasus dan teknik analisis deskriptif dengan mereduksi, menyajikan dan menyimpulkan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bawah ada sebanyak 26 dari 30 siswa mendapatkan kategori kemampuan komunikasi tinggi dan menengah karena mereka menjalankan model pembelajaran BBL dengan tepat pada materi teori produksi. Kemampuan komunikasi siswa sangat erat kaitannya tahap ketiga BBL yaitu inisiasi dan akuisisi.
Copyrights © 2025