Demam tifoid merupakan penyakit infeksi sistemik yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan angka kejadian yang tinggi dan risiko penularan yang besar akibat rendahnya kebersihan pribadi dan lingkungan. Penyakit ini terutama disebabkan oleh Salmonella typhi dan Salmonella paratyphi, dengan prevalensi dilaporkan berkisar antara 350–810 kasus per 100.000 penduduk per tahun. Tujuan penulisan ini adalah untuk melaporkan dan menggambarkan kasus demam tifoid pada anak serta menekankan pentingnya diagnosis dan penatalaksanaan yang tepat. Metode yang digunakan adalah survey kasus terhadap seorang anak laki-laki berusia 18 bulan yang datang ke unit gawat darurat dengan keluhan demam selama 11 hari, disertai evaluasi klinis, pemeriksaan fisik, dan penunjang medis. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa berdasarkan gejala klinis, temuan pemeriksaan fisik, serta respons terhadap terapi, pasien didiagnosis sebagai demam tifoid. Kasus ini mencerminkan masih tingginya beban penyakit demam tifoid, yang dilaporkan mencapai 4.444 kasus setiap tahunnya. Kesimpulannya, diagnosis dini dan pengobatan yang optimal sangat penting untuk mencegah komplikasi. Disarankan peningkatan kewaspadaan klinis, edukasi masyarakat terkait higiene, serta penguatan sistem surveilans penyakit tifoid.
Copyrights © 2026