Tuberkulosis (TBC) masih menjadi tantangan utama kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama di wilayah perdesaan dengan kondisi sosial ekonomi rendah. Desa Kebocoran, Kabupaten Banyumas, merupakan salah satu daerah dengan prevalensi TBC cukup tinggi dan keterbatasan pemahaman kader posyandu mengenai pencegahan serta penatalaksanaan TBC. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader TBC melalui edukasi kesehatan dan pelatihan pembuatan menu bergizi berbasis buah melon sebagai potensi pangan lokal. Metode kegiatan meliputi observasi, wawancara dengan pemangku kepentingan, penyuluhan interaktif menggunakan media lembar balik, serta pelatihan praktik pembuatan menu melon. Sebanyak 31 kader TBC mengikuti kegiatan ini. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader, dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 88,25 meningkat menjadi 92,16 pada post-test. Kader juga mampu membuat dua menu berbasis melon (smoothies dan pudding) yang dikembangkan untuk mendukung pemulihan pasien TBC. Program ini mendapat tanggapan positif dari peserta dan pemangku wilayah, meskipun masih diperlukan kolaborasi lanjutan dengan petani lokal untuk penyediaan bahan baku melon secara berkelanjutan. Kegiatan ini berhasil meningkatkan literasi kesehatan dan keterampilan kader TBC dalam pencegahan serta penatalaksanaan TBC melalui pendekatan edukatif dan inovasi gizi berbasis potensi lokal. Pemberdayaan kader dengan pemanfaatan pangan lokal dapat menjadi model pengembangan masyarakat yang berkelanjutan di wilayah perdesaan.
Copyrights © 2025