Articles
MOTIVASI PEMBELIAN IMPULSIF ONLINE SHOPPING PADA INSTAGRAM (Analisis Deskriptif Motivasi Konsumen dalam Melakukan Pembelian Online Pada Instagram)
Cistaning, Dewa Ayu;
Nugroho, Catur
CHANNEL Jurnal Komunikasi Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (175.235 KB)
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi konsumen dalam melakukan aktivitasonline shopping yang berdampak langsung terhadap tingginya pembelian impulsif pada instagram.Sampel dari penelitian ini adalah mahasiswi dari beragam universitas di Kota Bandung. Penelitimenggunakan metode deskriptif kualitiatif guna mendeskripsikan secara menyeluruh dan mendalammengenai motivasi pembelian impulsif dalam aktivitas online shopping pada instagram. Penelitianini menggunakan paradigma konstruktivis dan menggunakan tehnik wawancara mendalam sertaobservasi dalam proses pengumpulan hasil penelitan.Hasil penelitian menunjukan adanya motif utilitarian atau motif irrasional yangmendominasi argumentasi para informan yang kerap melakukan pembelian impulsif. Karakteristikpribadi yang mempengaruhi adalah umur dan daur hidup, pekerjaan, situasi ekonomi, gaya hidupdan konsep diri. Sedangkan, faktor eksternal yang paling mempengaruhi adalah faktor lingkungan.Oleh karena itu, peneliti menyimpulkan motivasi pembelian impulsif dalam kegiatan onlineshopping adalah hadirnya hasrat hedonistik, kebutuhan self esteem dan self actualization, persepsikonsumen terhadap pengambilan keputusan dan persepsi konsumen terhadap keputusan. Selain itu,peneliti menemukan keberalihan cara pandang setiap konsumen terhadap suatu produk. Parakonsumen tidak hanya melihat dari fungsinya saja sebagai suatu kebutuhan, namun, melihatnyasebagai alat pemenuhan kepuasaan dan pengaktualisasian diri.Kata kunci: motivasi belanja, online shopping, pembelian impulsif, instagram
Membedah Komodifikasi Isi Pesan Mini Drama Line “Nic And Mar” (Analisis Semiotika John Fiske Terhadap Mini Drama Line)
Indra Hutami;
Freddy Yusanto;
Catur Nugroho
SIMULACRA: JURNAL SOSIOLOGI Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/sml.v1i1.4988
Mobile mini drama of the Line is a mini-series that narrate the characters who play a part in a story which has drama genre. One of them is a mobile mini drama Line "Nic and Mar" designed to meet the needs of the people of Indonesia will of entertainment that can be enjoyed anytime, anywhere for free just by using the gadget. However, the facts behind their mobile mini dramas which incidentally can be enjoyed free, able to bring great benefits in terms of economy for the media Line. Researchers interested in studying this phenomenon because the researchers identified that there has been a process of commodification and wanted to know what kind of shape the commodification. The purpose of this research is to determine how to shape the content of the message commodification Mini Drama Line "Nic and Mar". The approach of the research is qualitative, uses a semiotic analysis to analyze the research object. The data analysis technique is based from “The Codes of Television” by John Fiske. The research result is in Mini Drama Line "Nic and Mar" there are audio aspect and visual aspect that formed by videography techniques so that it becomes a spectacle, but the signs are there in processed into a product so that the scene in this drama mini formed into commodities. The function changed, initially the storyline is used for forming part mini-drama story, now the storyline also serves as a exchange rate.
Analisis Framing Pemberitaan Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Media Online
Emanuela Athalia;
Hadi Purnama;
Catur Nugroho
J-IKA : Jurnal Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas BSI Bandung Vol 4, No 2 (2017): JURNAL J-IKA
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Sarana Informatika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31294/kom.v4i2.410
ABSTRAKPenelitian ini membahas tentang konstruksi realitas yang dilakukan oleh Metrotvnews.com dan Viva.co.id dalam pemberitaan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung, khususnya dalam permasalahan groundbreaking atau peletakkan batu pertama kereta cepat. Pemberitaan mengenai pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung turut menarik perhatian masyarakat Indonesia tidak terkecuali media online. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis framing model Zhongdang Pan dan Gerlad M. Kosicki dengan memerhatikan struktur sintaksis, struktur skrip, struktur tematik, dan struktur retoris. Objek penelitian ini adalah teks berita mengenai pemberitaan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung di media online Metrotvnews.com dan Viva.co.id. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa framing yang dibentuk oleh Metrotvnews.com dan Viva.co.id atas berita groundbreaking kereta cepat Jakarta-Bandung lebih menonjolkan kepada aspek regulasi. Pemilihan narasumber dari kalangan pemerintah menunjukkan bahwa Metrotvnews.com dan Viva.co.id tidak objektif dalam menyampaikan beritanya. Kata kunci: Framing, Metrotvnews.com, Viva.co.id, Kereta Cepat, Zhongdang Pan dan Gerald M.Kosicki ABSTRACTThis study discusses the construction of reality by Metrotvnews.com and Viva.co.id in reporting development of a high speed railway from Jakarta to Bandung, especially in problem of groundbreaking or laying the first stone of a high speed railway. News about the construction of a high speed railway from Jakarta to Bandung helped draw Indonesian attention especially to online media.The method used in this research is the analysis of framing a model Zhongdang Pan and Gerlad M. Kosicki by watching the syntactic structure, the structure of the script, thematic structure and rhetorical structure. The object of this study is the text of the news about the news construction of a high speed railway from Jakarta to Bandung in online media Metrotvnews.com and Viva.co.id.The results of this study indicate that the framing formed by Metrotvnews.com and Viva.co.id on news of groundbreaking high speed railway from Jakarta to Bandung is more weight to the regulatory aspects. The selection of speakers from government show that Metrotvnews.com and Viva.co.id not objective in presenting the news. Keywords: Framing, Metrotvnews.com, Viva.co.id, High Speed Railway, Zhongdang Pan and Gerald M. Kosicki
UNSUR BUDAYA DALAM MEDIA SOSIAL: STUDI PADA FACEBOOK KANG DEDI MULYADI
Ainun Soffani;
Catur Nugroho
Manajemen Komunikasi Vol 3, No 2 (2019): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (387.155 KB)
|
DOI: 10.24198/jmk.v3i2.12936
Seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi, kebudayaan sedikit demi sedikit mulai pudar dan terlupakan. Tergantikan dengan penggunaan media sosial dan perangkat elektronik lainnya. Kemudian hal tersebut di manfaatkan oleh para pejabat- pejabat publik di Indonesia guna menjalin hubungan dengan masyarakat yang salah satunya adalah Dedi Mulyadi yang mana merupakan bupati daerah Purwakarta. Media sosial khususnya adalah Facebook dimanfaatkannya untuk lebih mengenalkan budaya Sunda kepada masyarakat luas dengan selalu dibawanya unsur budaya dalam setiap unggahannya. Tentu saja terdapat dampak dari adanya unggahan mengenai unsur kebudayaan tersebut yakni munculnya pendapat masyarakat mengenai citra diri yang terbentuk yakni sebagai pemimpin yang syarat akan kebudayaan. Penelitian ini memiliki fokus penelitian unsur budaya pada media sosial Facebook Dedi Mulyadi dan citra diri yang terbentuk dari unggahan tersebut. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja unsur kebudayaan Sunda yang terdapat dalam unggahan Dedi Mulyadi di akun media sosial Facebook dan untuk mengetahui kaitan antara unggahan media sosial Facebook milik Dedi Mulyadi dengan penciptaan citra diri yang terbentuk dari unggahan media sosial tersebut. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis, dengan metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif bersifat deskriptif dengan pendekatan Studi Etnografi Virtual. Kemudian dari pada itu, hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa unsur budaya Sunda yang terkandung dalam media sosial yakni Facebook milik Dedi Mulyadi berupa sistem teknologi dan peralatan, sistem mata pencaharian dan sistem- sistem ekonomi, bahasa, dan kesenian, serta citra diri sebagai pemimpin yang syarat akan budaya Sunda terbentuk melalui unggahan dengan unsur budaya Sunda tersebut.
PEMBACAAN AUDIENS TENTANG DESTINASI WISATA BANDUNG
Muhammad Ray Febriano;
Catur Nugroho
Dialektika Vol 6 No 1 (2019): Vol.6 No.1 (2019) Maret
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (542.276 KB)
@explorebandung is an account provider of Bandung tourist destination that has the largest number of followers in Instagram. @explorebandung provides content such as interesting photos about a palce or location which can be the reference for Instagram users when travelling in Bandung. The methodologhy of this research is descriptive qualitative with Stuart Hall’s reception analysis. The purpose of this research is to know the position of audience in accordance with Stuart Hall’s three positions readout about the content of tourist destination that served in @explorebandung. These three positions are dominant reading, negotiated reading and oppositional reading. Then, researcher will measures how far the response of @explorebandung’s followers after reading Bandung tourist destinaion’s message. The result of this research shows that from the three element of tourist destination’s message in @explorebandung, three informants is in negotiated reading position on the photo’s element, while the other one is in dominant reading position. Furthermore, on the caption’s element, two informants is in dominant reading position, while the other two is in negotiated reading position. Then, on the hashtag’s element, three informants is in dominant reading position, while the other one is in negotiated reading position.
PENERIMAAN PESAN SEKS PRANIKAH OLEH PENONTON DALAM FILM DUA GARIS BIRU
Shania Nurul Syarifa;
Catur Nugroho
JCommsci - Journal Of Media and Communication Science Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jcommsci.v3i2.70
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerimaan audiens tentang makna pesan mengenai dampak seks pranikah yang terkandung dalam film Dua Garis Biru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan penelitian deskriptif melalui teori resepsi (reception analysis) dari Stuart Hall. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat posisi audiens berdasarkan data yang diperoleh melalui wawancara dengan bacaan posisi tiga audiens menurut Stuart Hall menyangkut dampak seks pranikah dalam film Dua Garis Biru. Tiga posisi tersebut adalah pembacaan dominan, negosiasi, dan oposisi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penonton dalam posisi membaca dominan, mereka dapat menerima semua pesan yang disampaikan oleh film Dua Garis Biru tentang seks pranikah tetapi dengan perspektif yang berbeda. Mereka masih menolak hubungan seks pranikah, meskipun mereka berada dalam sebuah “hubungan”. Para informan menafsirkan dampak hubungan seks pranikah dan mengklaim telah menerima banyak pesan tentang bahaya perilaku seksual pranikah. Mereka juga mengungkapkan bahwa setelah menonton film, pikiran mereka dipengaruhi oleh keberadaan seks pranikah yang sebagian besar terjadi di era ini.Kata Kunci : Analisis Resepsi, pemaknaan, Seks pra Nikah, Film
Makna Dan Motif Solidaritas Mercedes-Benz Club Bandung
Ghema Ajis Saputra;
Catur Nugroho
JCommsci - Journal Of Media and Communication Science Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jcommsci.v3i2.71
During the research, the context of understanding as well as in point of focus in the minutely is the way society Mercedes-Benz Club Bandung represent a meaning and motives inside a attachment is a the community (automotive) and being affected as well as based on communication through symbols which is in shape and agreed on the interaction and daily life of the Mercedes-Benz Club Bandung community. In the discussion of the survey, researchers used with the approach phenomenology with contructivism paradigm, this context about a thing done by scientist is as the purpose of conducting by with analysis and withdrawal of meaning and chemical analysis with motives of symbolic communication to do something abaout community Mercedes-Benz Club Bandung in implying a meaning of “solidarity”. The process has been held by research by following a groove activities, daily activity, as well as any assembly or with schedule made by community. Research conducted by researchers by means of do something like making observation, interview at the field with several informants, and in-depth interview and pick up some field evidence through the actual shot and take a picture from field during the process activity by community. In this part from genereal community to Mercedes-Benz Club Bandung is an organization that have rules and regulation like another community in Indonesia. An explanation on this community specially to Mercedes-Benz Club Bandung formed by the same hobby, like have another people like in to automotive the basis and passion for love at automotive. Of the thing that the problem occurs meanings in this community the the problem occurs meanings arising from each of community member in the Mercedes-Benz Club Membership. In this parts about trough a process of solidarity in the form of motive and communication a solid passing symbols and in the midst of same perception with the union of the meaning of solidarity from activities of, interaction to a fellow member of a as well as the communities hit by effect of arising done by the community. Tag Line as well as community with vision and mission to Mercedes-Benz Club Bandung that is, “Proud-Loyalty-Fraternity” is one most of concrete manifestation and symbol with good attitude and interaction from in the community to internal from external community knew of the existence of that happened at community, one in which are a very positive and plain terms about the impact of to the people who can describe and evaluate the results of the thought which thinking from another people is in community from the surrounding to the Mercedes-Benz Club Bandung.
MOTIVASI PEMBELIAN IMPULSIF ONLINE SHOPPING PADA INSTAGRAM (Analisis Deskriptif Motivasi Konsumen dalam Melakukan Pembelian Online Pada Instagram)
Dewa Ayu Cistaning;
Catur Nugroho
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (175.235 KB)
|
DOI: 10.12928/channel.v5i2.7974
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi konsumen dalam melakukan aktivitasonline shopping yang berdampak langsung terhadap tingginya pembelian impulsif pada instagram.Sampel dari penelitian ini adalah mahasiswi dari beragam universitas di Kota Bandung. Penelitimenggunakan metode deskriptif kualitiatif guna mendeskripsikan secara menyeluruh dan mendalammengenai motivasi pembelian impulsif dalam aktivitas online shopping pada instagram. Penelitianini menggunakan paradigma konstruktivis dan menggunakan tehnik wawancara mendalam sertaobservasi dalam proses pengumpulan hasil penelitan.Hasil penelitian menunjukan adanya motif utilitarian atau motif irrasional yangmendominasi argumentasi para informan yang kerap melakukan pembelian impulsif. Karakteristikpribadi yang mempengaruhi adalah umur dan daur hidup, pekerjaan, situasi ekonomi, gaya hidupdan konsep diri. Sedangkan, faktor eksternal yang paling mempengaruhi adalah faktor lingkungan.Oleh karena itu, peneliti menyimpulkan motivasi pembelian impulsif dalam kegiatan onlineshopping adalah hadirnya hasrat hedonistik, kebutuhan self esteem dan self actualization, persepsikonsumen terhadap pengambilan keputusan dan persepsi konsumen terhadap keputusan. Selain itu,peneliti menemukan keberalihan cara pandang setiap konsumen terhadap suatu produk. Parakonsumen tidak hanya melihat dari fungsinya saja sebagai suatu kebutuhan, namun, melihatnyasebagai alat pemenuhan kepuasaan dan pengaktualisasian diri.Kata kunci: motivasi belanja, online shopping, pembelian impulsif, instagram
Nasionalisme Dalam Narasi Cerita Film (Analisis Narasi Tzvetan Todorov Pada Film Habibie & Ainun)
Azis Maulana;
Catur Nugroho
ProTVF Vol 2, No 1 (2018): March 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1578.595 KB)
|
DOI: 10.24198/ptvf.v2i1.12042
Sebagai sebuah karya seni, film merupakan hasil dari proses kreatif berbagai unsur, di antaranya teater, seni musik, seni rupa, seni suara, dan teknologi dengan kekuatan gambar sebagai bentuk visualisasi. Penyampaian pesan film untuk penonton dapat dilihat dari sudut pandang narasi yang digunakan. Hal ini dikarenakan narasi berkaitan dengan cara bercerita, cara sebuah fakta dalam film disajikan atau diceritakan kepada penonton. Tzvetan Todorov memiliki teori narasi yang mengatakan bahwa sebuah film atau cerita memiliki bagian. Film Habibie & Ainun menjadi film yang paling banyak ditonton di antara film-film sejenis yang ada di Indonesia. Jumlah penonton bioskop film Habibie & Ainun hingga saat ini telah mencapai 4,5 juta penonton dan menduduki peringkat ketiga untuk film dengan jumlah penonton terbanyak sepanjang masa di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prinsip nasionalisme dalam narasi cerita film Habibie & Ainun dilihat dari analisis narasi pada bagian cerita awal, tengah dan akhir film. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma konstruktivisme. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa film Habibie & Ainun merupakan film yang mengandung prinsip nasionalisme. Prinsip nasionalisme yang terlihat dalam narasi cerita awal yaitu prinsip kepribadian dan prestasi. Pada narasi cerita tengah terdapat semua prinsip nasionalisme yaitu kesatuan, kepribadian, kesamaan, kebebasan dan prestasi. Terakhir, prinsip nasionalisme pada narasi cerita meliputi prinsip persatuan dan kepribadian.
RELASI KUASA MEDIA DAN ISU GENDER DALAM PROGRAM TELEVISI DI INDONESIA
Catur Nugroho
ProTVF Vol 2, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (210.786 KB)
|
DOI: 10.24198/ptvf.v2i2.20816
Media saat ini bukan lagi sebagai media penyampai pesan (mediasi) tetapi telah menjadi media yang mempengaruhi opini dan sikap masyarakat (mediatisasi). Media massa akan bergerak dinamis diantara pusaran-pusaran kepentingan yang sedang bermain, baik kepentingan ekonomi, sosial maupun politik. Media di Indonesia banyak dikuasai konglomerat media yang memiliki banyak perusahaan media dalam berbagai platform, baik berupa media mainstream maupun media baru. Hanya sedikit media di Indonesia yang merupakan perusahaan media diluar konglomerasi media, salah satunya adalah media televisi NET.TV. di tengah persaingan bisnis media di Indonesia yang sangat ketat, NET.TV hadir memberikan warna baru dalam dunia pertelevisian dengan mengusung semangat anak muda dan generasi masa kini. Penelitian ini menganalisis salah satu program acara NET.TV yang merupakan program talkshow, yaitu Satu Indonesia, episode Sultan Hamengkubuwono X. Dengan menggunakan metode analisis wacana kritis model Norman Fairclough, penelitian ini mencoba membongkar wacana tentang feminisme yang dikonstruksi NET.TV dalam tayangan programnya. Dari berbagai alat kebahasaan yang digunakan NET.TV dalam program acara dialog “Satu Indonesia” episode Sultan hamengku Buwono X, terdapat tiga alat yang menandai representasi tokoh yang terlibat dalam acara ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek kebahasaan berupa diksi, penggunaan kalimat, dan pemilihan tata bahasa yang digunakan NET.TV telah menempatkan tema mengenai suksesi kepemimpinan di Yogyakarta yang berkaitan dengan isu kesetaraan gender sebagai sesuatu yang tak perlu dirisaukan seluruh kalangan masyarakat. Selain itu aspek kebahasaan juga telah menempatkan tokoh Sultan dan institusi keraton dan Gubernur dalam representasi yang positif. Hal ini erat kaitannya dengan penggunaan bahasa dan penguasaan wacana menjadi alat bagi penguasa untuk melanggengkan hegemoninya.