Pertanian hidroponik telah muncul sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan ketahanan pangan di masyarakat pedesaan. Artikel ini menjelaskan program pemberdayaan masyarakat dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sejahtera Ponokawan yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan lokal melalui pertanian hidroponik berbasis IoT. Program ini mengatasi masalah-masalah utama yang dihadapi masyarakat, termasuk lahan pertanian yang terbatas, kurangnya pengetahuan teknis dalam hidroponik, dan manajemen organisasi yang belum optimal. Metode yang digunakan melibatkan langkah-langkah partisipatif: penyuluhan dan sosialisasi awal, pemasangan sistem hidroponik yang efisien dengan dukungan IoT, pelatihan praktik teknik budidaya hidroponik, pelatihan manajemen sumber daya manusia untuk organisasi pertanian, serta pendampingan dan evaluasi berkelanjutan. Hasil menunjukkan keberhasilan pemasangan sistem hidroponik cerdas yang dikendalikan melalui NodeMCU ESP8266, disertai dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan di antara anggota BUMDes dalam pertanian hidroponik. Peserta masyarakat menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengelola larutan nutrisi dan kontrol IoT, yang mengarah pada pertumbuhan tanaman yang lebih sehat. Diskusi tersebut menyoroti bahwa hidroponik dapat menghemat hingga 70–90% air dibandingkan dengan pertanian konvensional dan dapat mempercepat siklus tanaman tanpa mengurangi hasil panen. Hasil program pemberdayaan meliputi peningkatan kemampuan teknis tim BUMDes, peningkatan produksi sayuran yang diharapkan, dan penguatan manajemen kelembagaan. Kesimpulannya, inisiatif pengabdian masyarakat ini secara efektif memberdayakan masyarakat pedesaan untuk memanfaatkan teknologi hidroponik untuk produksi pangan berkelanjutan, sejalan dengan tujuan nasional ketahanan pangan pedesaan dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Copyrights © 2025