Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan adaptif dalam menjembatani konflik budaya antara Gen Z dan organisasi tradisional. Konflik budaya ini timbul akibat perbedaan nilai, ekspektasi kerja, serta pola komunikasi antara Gen Z yang mengedepankan fleksibilitas dan partisipasi, dengan organisasi tradisional yang masih menganut struktur hierarkis dan prosedural. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR), merujuk pada protokol PRISMA 2020, melibatkan 52 artikel ilmiah terpilih dari database Scopus rentang 2020–2025. Hasil penelitian mengungkap bahwa kepemimpinan adaptif berperan penting dalam mengelola ketegangan budaya melalui strategi fleksibilitas, komunikasi dua arah, dan pendekatan berbasis empati. Kepemimpinan adaptif terbukti meningkatkan komitmen afektif, kepuasan kerja, dan keterlibatan Gen Z di tempat kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa pemimpin adaptif mampu menjembatani perbedaan nilai antara Gen Z yang lebih fleksibel dan teknologi dengan organisasi yang lebih hierarkis dan prosedural. Dengan komunikasi yang inklusif dan kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan Gen Z, kepemimpinan adaptif membantu meningkatkan produktivitas dan loyalitas di tempat kerja. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dengan menyatukan kajian kepemimpinan, konflik budaya, dan manajemen multigenerasi dalam satu kerangka terpadu, serta implikasi praktis bagi organisasi dalam merancang sistem manajemen dan budaya kerja yang lebih inklusif. Penelitian merekomendasikan pengembangan kepemimpinan adaptif sebagai strategi transformatif dalam menghadapi tantangan generasi di lingkungan kerja modern.
Copyrights © 2025