Stunting masih menjadi masalah gizi kritis di Indonesia, dengan nafsu makan yang buruk dan asupan makanan yang tidak adekuat menjadi faktor kontribusi utama. Pijat bayi merupakan intervensi non-farmakologis yang berpotensi memperbaiki fungsi pencernaan dan nafsu makan pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pijat bayi terhadap pola makan dan peningkatan berat badan balita stunting. Penelitian quasi-experimental dengan desain kelompok kontrol ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2025, melibatkan 40 balita usia 8-15 bulan yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Kelompok intervensi mendapat pijat bayi terstruktur sebanyak 6 kali selama 2 minggu, diikuti dengan monitoring selama 1 bulan. Data dikumpulkan melalui kuesioner penilaian nafsu makan dan pengukuran antropometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa balita yang dipijat rutin selama 2 minggu (6 kali pijatan) mengalami peningkatan nafsu makan dan berat badan yang signifikan setelah 1 bulan follow-up pada kunjungan posyandu. Intervensi pijat menunjukkan efektivitas dalam merangsang nafsu makan dan mendukung peningkatan berat badan balita stunting. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pijat bayi dapat menjadi intervensi komplementer yang efektif dalam program penanganan stunting, khususnya dalam memperbaiki pola makan dan status gizi balita yang mengalami stunting.
Copyrights © 2026