Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna Tari Rampak Terbang Ciolang yang berkembang di Sanggar Wanda Banten. Tari ini merupakan bagian dari kesenian tradisional yang kaya akan nilai budaya dan spiritual masyarakat Banten. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan melalui teori semiotika Ferdinand de Saussure yang membedakan antara penanda (gerakan fisik tari) dan petanda (makna simbolik).Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap gerakan dalam tari ini mengandung sistem tanda budaya yang merefleksikan nilai religius, sosial, dan emosional masyarakat. Gerakan awal seperti Napok Rebana dan Jangkung Ilo melambangkan keseimbangan dan harapan. Gerakan inti seperti Rebana Tanjeb dan Gembrung menggambarkan semangat kolektif dan kekuatan spiritual. Sementara gerakan akhir seperti Sholawat dan Silat Panakol menyiratkan rasa syukur dan keteguhan menghadapi tantangan.Keseluruhan gerak tari Rampak Terbang Ciolang bukan sekadar ekspresi estetika, tetapi juga berfungsi sebagai media pelestarian identitas budaya lokal yang sarat makna. Dengan demikian, tari ini menjadi simbol penting dalam menjaga warisan budaya masyarakat Banten.
Copyrights © 2025