Kabupaten Solok merupakan daerah agraris dengan kontribusi sektor pertanian mencapai 20,42% terhadap PDRB. Namun, masifnya alih fungsi lahan dan rendahnya adopsi teknologi pertanian modern menyebabkan penurunan produktivitas dan keterbatasan ruang tanam. Nagari Sungai Jambur, sebagai bagian dari wilayah pegunungan, memiliki potensi hortikultura yang tinggi namun belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pelatihan budidaya kangkung secara hidroponik menggunakan botol bekas sebagai solusi atas keterbatasan lahan dan upaya mendorong ketahanan pangan lokal. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, praktik langsung, observasi, dan wawancara, yang dianalisis secara kualitatif. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam teknik budidaya hidroponik serta munculnya minat untuk mengembangkannya secara mandiri. Kegiatan ini tidak hanya memberikan solusi teknis, tetapi juga membuka peluang ekonomi berbasis rumah tangga, dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 2 (Tanpa Kelaparan), dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
Copyrights © 2026