Provinsi Banten memilliki kebudayaan dan kearifan lokal yang membentuk karakteristik masyarakatnya, meliputi nilai religiusitas, gotong royong, toleransi, kesederhanaan, serta kepedulian ekologis. Namun, dalam arus globalisasi dan percepatan teknologi digital, Generasi Z menghadadapi tantangan signifikan dalam mempertahankan identitas budaya lokal. Artikel ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan karakteristik masyarakat Banten, (2) mengidentifikasi potensi kearifan lokal yang masih relevan dalam konteks sosial-budaya kontemporer, serta (3) merumuskan strategi efektif pewarisan nilai-nilai tersebut kepada Generasi Z. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif reflektif, menganalisis berbagai sumber ilmiah terkait. Hasil menunjukkan bahwa masyarakat Banten memiliki karakter terbuka, berani, toleran, dengan kearifan lokal yang kuat seperti tradisi masyarakat Baduy, Kasepuhan Banten Kidul, Seren Taun, dan seni bela diri Debus. Kearifan lokal tersebut mengandung nilai moral, spiritual, dan ekologis yanng relevan sebagai dasar pembentukan karakter Generasi Z. Diperlukan strategi adaptif melalui integrasi kurikulum pendidikan dan pemanfaatan media digital agar pewarisan budaya tetap relevan dan berkelanjutan di era modern.
Copyrights © 2026