Keberagaman latar belakang bahasa dan budaya mahasiswa memengaruhi dinamika komunikasi di lingkungan perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola dan konteks penggunaan bahasa daerah dalam interaksi antarmahasiswa Jurusan Akuntansi Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), mengkaji fungsi bahasa daerah dalam membangun hubungan sosial, serta memahami persepsi mahasiswa terhadap implikasi penggunaan bahasa daerah terhadap rasa inklusivitas dan eksklusivitas di lingkungan kampus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap 15 mahasiswa aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa daerah lebih dominan digunakan dalam konteks informal, seperti di kantin dan kegiatan organisasi kemahasiswaan, karena mampu menciptakan keakraban, kedekatan emosional, serta memperkuat identitas budaya. Namun, penggunaan bahasa daerah secara berlebihan berpotensi menimbulkan jarak sosial bagi mahasiswa dengan latar belakang bahasa yang berbeda. Oleh karena itu, penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu dipandang penting untuk menjaga komunikasi yang inklusif dan efektif di lingkungan kampus multikultural.
Copyrights © 2026