Ketersediaan dan kualitas air bersih yang memadai masih menjadi tantangan serius di Desa Hajran, Kabupaten Batanghari, terutama bagi kelompok Komunitas Adat Terpencil Suku Anak Dalam. Kondisi ini diperburuk dengan minimnya pemahaman dasar tentang pentingnya cara pengolahan air bersih yang secara langsung berkontribusi pada masalah kesehatan seperti infeksi kulit dan diare pada kelompok anak-anak. Oleh karena itu, edukasi dini mengenai pentingnya metode pengolahan sederhana sangat dibutuhkan untuk membentuk kesadaran dan mendorong perilaku hidup bersih dan sehat. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan keterampilan praktis kepada anak-anak Suku Anak Dalam di Desa Hajran mengenai pentingnya cara pembuatan alat filtrasi air sederhana menggunakan bahan-bahan lokal. Kegiatan dilaksanakan pada Bulan November di Sekolah Rimba, Desa Hajran. Kegiatan ini dilakukan dengan metode edukasi partisipatif yang mengombinasikan ceramah dan demonstrasi praktik langsung pembuatan alat filtrasi. Efektivitas kegiatan dievaluasi menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan membandingkan skor pengetahuan peserta melalui tes awal dan tes akhir. Tingkat keberhasilan kegiatan diukur melalui pre-test dan post-test secara lisan, analisis menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan (meningkat sebesar 36,37% (dari 27,27% menjadi 63,64%)). Metode edukasi berbasis praktik yang melibatkan partisipasi aktif ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta. Edukasi tentang pentingnya praktik pembuatan alat filtrasi air sederhana berhasil meningkatkan pemahaman dan menumbuhkan kesadaran peserta untuk menjaga kualitas air yang dikonsumsi, yang merupakan langkah awal penting dalam mendorong perubahan perilaku hidup sehat.
Copyrights © 2026