Limbah kulit buah merupakan salah satu jenis sampah organik yang sering dibuang, padahal memiliki potensi besar sebagai bahan baku pupuk organik cair (POC). Pengolahan limbah ini menjadi POC dapat mengurangi dampak lingkungan sekaligus memberikan manfaat bagi pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh POC dari limbah kulit buah terhadap pertumbuhan tanaman terong dan membandingkannya dengan pupuk organik cair komersil. Metode yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan fermentasi limbah kulit buah (buah naga, mangga, jeruk, dan alpukat) selama 20 hari. POC yang dihasilkan kemudian diuji kandungan unsur haranya, dan percobaan pemupukan dilakukan dengan dua rasio POC berbeda (4 ml:1000 ml dan 8 ml:1000 ml) serta pupuk komersil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman terong yang diberi POC dengan rasio 8 ml:1000 ml tumbuh paling baik, mencapai tinggi 38 cm dan 28 helai daun pada akhir pengamatan. Sebaliknya, perlakuan tanpa pupuk menunjukkan pertumbuhan paling lambat. Kesimpulannya, POC dari limbah kulit buah terbukti efektif dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman terong, memberikan alternatif berkelanjutan untuk pupuk kimia, dan berkontribusi pada pengurangan limbah, yang relevan untuk pengembangan praktik pertanian
Copyrights © 2025