Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Utilization of Coal Ash as an Ameliorant to Enhance Growth and Nutrient Availability for Chili Plants (Capsicum annuum L.) on Peat Soil Farrah Fadhillah Hanum; Budi Setya Wardhana; Imran; Annisa Vada Febriani
Indonesian Journal of Chemical Engineering Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/ijce.v2i2.1412

Abstract

Peat soil has limitations in nutrient content and low pH, thus requiring improvement efforts to support optimal plant growth.This study aims to examine the effect of adding coal ash (fly ash and bottom ash) on the growth of chili plants in peat soil media.The research design uses a combination of peat soil, manure, and coal ash from the power plant, which are tested under several treatments.The main parameters observed were plant height and nutrient analysis in the growing medium.The results show that the combination of peat soil, manure, and bottom ash from PLTU 2 (GA-B2B) produced the highest plant growth (26.3 cm).The addition of coal ash increases the CaO content in the growing medium, which plays a role in improving the chemical properties of the soil.However, nitrogen levels tend to decrease with the increase in coal ash dosage.Thus, coal ash has the potential to act as an ameliorant to improve the productivity of peat soil, especially when combined with organic fertilizers.
Pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) Hasil Fermentasi Limbah Kulit Buah terhadap Pertumbuhan Tanaman Terong Firda Rizki Rhomadoni, Firda; Siti Jamilatun; Nurmustaqimah; Budi Setya Wardhana; Putry Ayu Auliyasari
SANTIKA is a scientific journal of science and technology Vol. 15 No. 2 (2025): Santika : Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : The Faculty of Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/v8hb7v51

Abstract

Limbah kulit buah merupakan salah satu jenis sampah organik yang sering dibuang, padahal memiliki potensi besar sebagai bahan baku pupuk organik cair (POC). Pengolahan limbah ini menjadi POC dapat mengurangi dampak lingkungan sekaligus memberikan manfaat bagi pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh POC dari limbah kulit buah terhadap pertumbuhan tanaman terong dan membandingkannya dengan pupuk organik cair komersil. Metode yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan fermentasi limbah kulit buah (buah naga, mangga, jeruk, dan alpukat) selama 20 hari. POC yang dihasilkan kemudian diuji kandungan unsur haranya, dan percobaan pemupukan dilakukan dengan dua rasio POC berbeda (4 ml:1000 ml dan 8 ml:1000 ml) serta pupuk komersil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman terong yang diberi POC dengan rasio 8 ml:1000 ml tumbuh paling baik, mencapai tinggi 38 cm dan 28 helai daun pada akhir pengamatan. Sebaliknya, perlakuan tanpa pupuk menunjukkan pertumbuhan paling lambat. Kesimpulannya, POC dari limbah kulit buah terbukti efektif dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman terong, memberikan alternatif berkelanjutan untuk pupuk kimia, dan berkontribusi pada pengurangan limbah, yang relevan untuk pengembangan praktik pertanian  
Studi Awal Sintesis dan Evaluasi Kestabilan Hidrogel Komposit Fly Ash–Alginate untuk Adsorpsi Pb²⁺ Lestari, Rimadina Sukmasuci; Farrah Fadhillah Hanum; Maryudi; Budi Setya Wardhana
Jurnal Ilmiah Teknik Kimia Vol. 10 No. 1 (2026): JURNAL ILMIAH TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jitk.v10i1.55444

Abstract

Peningkatan limbah fly ash (FA) dari PLTU di Indonesia serta risiko pencemaran logam berat mendorong pengembangan material adsorben yang efektif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, pada penelitian ini fly ash (FA) dari PLTU dimanfaatkan sebagai bahan adsorben untuk mengatasi pencemaran logam berat, khususnya Pb²⁺. Penelitian ini berfokus pada pembuatan hidrogel komposit berbasis fly ash (FA)–sodium alginate yang dibentuk menggunakan CaCl₂ sebagai agen pengikat silang dan kemudian mengevaluasi kinerja adsorpsi hydrogel ini terhadap ion Pb²⁺ dalam sistem batch. Prosedur penelitian meliputi persiapan bahan FA, sintesis hidrogel, karakterisasi melalui uji swelling dan ketahanan fisik, uji adsorpsi Pb²⁺, serta analisis efektivitas adsorpsi menggunakan Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Hasil karakterisasi mikrostruktur menunjukkan bahwa FA terdistribusi merata dalam jaringan tiga dimensi hidrogel. Formulasi FA-D memiliki ketahanan fisik paling stabil dan nilai swelling 0,91%, menandakan struktur yang kompak dan ikatan silang optimal. Kondisi adsorpsi terbaik diperoleh pada kecepatan pengadukan 500 rpm selama 150 menit, yang menghasilkan kestabilan fisik dan penurunan kekeruhan yang efisien. Uji adsorpsi menunjukkan bahwa komposisi FA-D memiliki persen removal tertinggi terhadap Pb²⁺ sebesar 98,21%. Secara keseluruhan, hidrogel berbasis FA terbukti efektif sebagai adsorben logam berat dan berpotensi diterapkan sebagai material alternatif yang ekonomis dan ramah lingkungan untuk pengolahan air tercemar.