Lulusan mahasiswa keperawatan diharapkan mampu menjalankan prosedur keperawatan dengan terampil, dan benar, sehingga ketika terjun di masyarakat mereka mampu memberikan asuhan keperawatan dengan baik. Untuk itu, selama proses pendidikan,, mahasiswa keperawatan mendapatkan ilmu secara teori danpraktek di laboratorium. keterampilan praktikum yang maksimal di laboratorium, dipengaruhi oleh fasilitas sarana-prasarana berupa peralatan/instrumen, bahan habis pakai/ penunjang, dan tingkat pengetahuan mahasiswa tentang peralatan/instrumen yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan mahasiswa tentang peralatan/instrumen yang digunakan dalam praktikum di laboratorium dengan keterampilan melakukan prosedur praktikum di laboratorium keperawatan di Poltekkes Kemenkes Jakarta III. . Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah responden 99 orang mahasiswa tingkat II dan III di Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Jakarta III yang melakukan praktikum di laboratorium Keperawatan. Responden diberikan kuesioner yang berisi 14 pertanyaan berupa pilihan ganda terkait dengan keterampilan yang sudah dilakukan uji validitas dan realibilitasnya dan 12 pertanyaan menggunakan skala likert terkait dengan pengetahuan. Hasil: ada hubungan positif yang signifikan antara tingkat pengetahuan mahasiswa dan keterampilan melakukan prosedur praktikum (p = 0,001; α = 0,05). Hal ini sejalan dengan kesimpulan penelitian dan mendukung teori bahwa penguasaan instrumen (pengetahuan) sangat penting untuk kualitas praktikum.
Copyrights © 2025