Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Ir. P. M. Noor di Kalimantan Selatan sangat bergantung pada kestabilan debit air dan curah hujan sebagai sumber energi utama penggerak turbin. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ketidakstabilan debit air dan curah hujan terhadap efisiensi daya PLTA tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis data historis debit air, curah hujan, dan efisiensi pembangkitan listrik selama satu tahun, yang diperoleh dari PLTA Ir. P. M. Noor dan BMKG Banjarbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi daya bervariasi tiap bulan, dengan nilai tertinggi melebihi 99,9% (dipengaruhi oleh kondisi input-output nonlinier pada operasi aktual) dan terendah sekitar 62,26%. Fluktuasi debit air terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap efisiensi daya, sedangkan curah hujan berperan secara tidak langsung melalui pengaruhnya terhadap debit air. Efisiensi cenderung menurun pada musim kemarau saat debit air tidak stabil. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan sumber daya air dan perencanaan operasional yang lebih optimal untuk menjaga kinerja pembangkit secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025