Berat badan berlebih dan obesitas merupakan faktor risiko penting terhadap gangguan metabolisme glukosa, termasuk peningkatan kadar gula darah puasa (GDP). Mahasiswi usia muda dengan kondisi tersebut berpotensi mengalami perubahan regulasi glukosa meskipun belum menunjukkan gejala klinis diabetes.Mengetahui gambaran kadar gula darah puasa pada mahasiswi dengan berat badan berlebih dan obesitas di Program Studi Pendidikan Dokter Angkatan 2024.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil menggunakan metode purposive sampling terhadap 30 mahasiswi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.Sebagian besar responden dari kedua kategori status gizi menunjukkan kadar GDP dalam rentang normal. Pada kelompok dengan berat badan berlebih, sebesar 93,3% memiliki kadar GDP normal, sedangkan 6,7% berada dalam kategori pre-diabetes. Pada kelompok obesitas, 80% responden menunjukkan kadar GDP normal, sementara 20% lainnya tergolong pre-diabetes. Faktor-faktor yang berpotensi memengaruhi peningkatan kadar GDP meliputi usia, riwayat keluarga dengan diabetes melitus, pola konsumsi tinggi gula dan makanan cepat saji, rendahnya aktivitas fisik, serta durasi tidur yang tidak adekuat.Mayoritas mahasiswi dengan berat badan berlebih maupun obesitas masih menunjukkan kadar GDP dalam batas normal.
Copyrights © 2026