Penyandang disabilitas di Desa Wanatirta berjumlah 32 orang dengan keterbatasan fisik yang berdampak pada rendahnya tingkat kemandirian ekonomi dan sosial. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian besar penyandang disabilitas berada pada kategori miskin dan rentan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan penyandang disabilitas melalui budidaya ayam kampung dengan memanfaatkan potensi desa berupa limbah sayuran. Budidaya ayam kampung dipilih karena mudah diaplikasikan, tidak membutuhkan keahlian khusus, serta sesuai dengan kondisi mitra. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) melalui tahapan sosialisasi, edukasi, penyuluhan, penerapan teknologi fermentasi limbah sayuran sebagai pakan alternatif, pendampingan, dan evaluasi. Solusi yang diberikan meliputi pelatihan pembuatan kandang sederhana, formulasi pakan fermentasi, serta pemberian vitamin B-kompleks. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme mitra yang tinggi, peningkatan keterampilan, serta dampak positif terhadap pemenuhan gizi dan penurunan risiko stunting. Program ini berpotensi berkelanjutan melalui kerja sama dengan mahasiswa dan pemangku kepentingan terkait.
Copyrights © 2026