Penelitian ini membahas perancangan dan pembuatan prototipe pagar listrik berbasis sensor tegangan dengan sistem tegangan bertingkat untuk pengamanan lahan perkebunan dari serangan hama. Sistem dirancang untuk mendeteksi sentuhan pada kawat pagar dan secara otomatis meningkatkan tegangan dari 110 volt menjadi 240 volt apabila hama masih terdeteksi menyentuh pagar dalam durasi 5 detik. Setelah itu, sistem akan memutus arus sebagai langkah proteksi untuk mencegah pemborosan energi dan mengurangi risiko bahaya terhadap lingkungan sekitar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian rekayasa (engineering research) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa variasi nilai resistor memberikan pengaruh yang kuat terhadap besar arus yang mengalir pada kawat pagar listrik. Pada pengujian dengan tegangan input 110 volt, nilai resistor rendah menghasilkan arus rata-rata sebesar 0,0862 A, sedangkan pada tegangan 240 volt arus meningkat secara kuat hingga mencapai 1,0312 A. Hal ini membuktikan bahwa penurunan nilai hambatan berbanding lurus dengan peningkatan arus, sehingga mampu menghasilkan efek jera yang lebih kuat terhadap hama yang bersentuhan dengan pagar. Sebaliknya, penggunaan resistor dengan nilai tinggi menurunkan arus secara konsisten, dengan arus terendah tercatat sebesar 0,0312 A pada 110 volt dan 0,2562 A pada 240 volt, yang berada dalam batas aman. Selain itu, penerapan sistem tegangan bertingkat terbukti mampu meningkatkan tegangan dari 110 volt menjadi 240 volt ketika hama masih terdeteksi menyentuh pagar dalam waktu 5 detik.
Copyrights © 2025