Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi isolasi trafo daya 60 MVA di Gardu Induk (GI) Arun Lhokseumawe menggunakan dua metode, yaitu Indeks Polarisasi (PI) dan Tangen Delta (tan δ). Data yang dianalisis berasal dari hasil pengujian tahunan PLN dan mengacu pada standar IEEE Std 62 dan ANSI C57.12.90. Metode PI membandingkan nilai tahanan isolasi pada menit pertama dan menit kesepuluh untuk mendeteksi degradasi akibat kelembapan atau kontaminasi. Sementara itu, metode Tangen Delta mengukur rugi daya dielektrik akibat arus bocor sebagai indikator kualitas isolasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai PI pada belitan primer, sekunder, dan tersier berada di atas ambang batas 1,4 Megaohm, menandakan kondisi isolasi masih baik. Namun, nilai Tangen Delta pada belitan primer konfigurasi ICHT mengalami peningkatan dari -0,5797% pada 2022 menjadi -0,7569% pada 2024, mendekati batas toleransi. Hal ini menunjukkan adanya penurunan kualitas isolasi yang tidak terdeteksi oleh metode PI. Dengan demikian, metode Tangen Delta dinilai lebih sensitif dalam mendeteksi kerusakan awal sistem isolasi dan direkomendasikan sebagai metode prioritas dalam pengujian preventif di GI Arun.
Copyrights © 2025