Sepanjang tahun 2024, di Provinsi Sumatera Barat telah terjadi sebanyak lebih dari 140 kejadian gempa bumi, sejumlah kejadian banjir bandang lahar dingin, semburan abu dan sebagainya akibat aktivitas Gunung Marapi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kesiapsiagaan Terhadap Bencana Letusan Gunung Marapi di Provinsi Sumatera Barat Tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian dilakukan di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, sebagai area yang paling terdampak Letusan Gunung Marapi, dengan jumlah sampel sebanyak 220 orang responden yang dipilih secara accidental sampling dari kedua area. Analisis data terdiri dari analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara variabel pengetahuan, tingkat pendidikan, umur, tingkat ekonomi dan Komunikasi, Edukasi dan Informasi (KIE) dengan variabel kesiapsiagaan (p-value < 0,05) serta tidak terdapat hubungan antara variabel sikap dan jenis kelamin dengan variabel kesiapsiagaan (p-value > 0,05). Disarankan kepada pemerintah kabupaten Agam dan Tanah Datar untukĀ meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana letusan gunung melalui edukasi di sekolah-sekolah dan sosialisasi pada masyarakat setempat, serta peningkatan kolaborasi lintas sektor untuk merancang program-program kebencanaan.
Copyrights © 2025