Proyek rehabilitasi jaringan irigasi merupakan bagian penting dalam menjaga keberlanjutan sistem irigasi guna mendukung sektor pertanian. Namun, dalam pelaksanaannya, proyek ini menghadapi berbagai risiko yang dapat mempengaruhi biaya, waktu, dan mutu pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran rehabilitasi dalam mitigasi risiko pada proyek rehabilitasi jaringan irigasi D.I. Cikaduwen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan analisis risiko yang melibatkan identifikasi, penilaian, dan pemetaan risiko. Data dikumpulkan melalui survei dengan kuesioner serta studi literatur yang relevan. Risiko dikategorikan berdasarkan aspek teknis, finansial, operasional, dan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko teknis, seperti kesalahan perencanaan dan penggunaan material yang tidak sesuai, merupakan faktor dominan yang mempengaruhi keberhasilan proyek. Selain itu, faktor operasional, seperti keterlambatan pengadaan material dan tenaga kerja, juga memberikan dampak signifikan. Pemetaan risiko menggunakan matriks probabilitas dan dampak menunjukkan bahwa beberapa risiko memiliki tingkat keparahan tinggi yang memerlukan strategi mitigasi lebih efektif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa strategi mitigasi risiko yang terintegrasi sangat diperlukan dalam proyek rehabilitasi jaringan irigasi untuk mengurangi dampak negatif terhadap pelaksanaan proyek. Rekomendasi yang diberikan mencakup peningkatan manajemen proyek, perencanaan yang lebih matang, serta pemantauan risiko secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025