Resistensi antibiotik merupakan isu penting di dunia farmasi dan kesehatan. Penggunaan tanaman obat dapat menjadi alternatif untuk mengatasi hal tersebut, salah satunya mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.) yang merupakan tanaman asli Indonesia (Papua). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) ekstrak etanol, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat, dan fraksi air daging dan kulit buah mahkota dewa. Metode ekstraksi menggunakan maserasi dengan pelarut etanol 96% dilanjutkan fraksinasi metode ekstraksi cair-cair menggunakan corong pisah dengan pelarut n-heksana, etil asetat, dan air. Pengujian antibakteri terhadap B. subtilis ATCC 19659 dilakukan dengan metode mikrodilusi cair. Hasil studi menunjukkan sampel dengan aktivitas antibakteri paling tinggi adalah fraksi etil asetat kulit buah dengan nilai KHM dan KBM 0,31% diikuti fraksi etil asetat daging buah dan fraksi air kulit buah dengan nilai KHM dan KBM 1,25%. Hasil analisis menggunakan SPSS 22.0 dengan metode Kurskall Wallis yang dilanjutkan Post Hoc Dunn menunjukkan perbedaan bermakna antarkelompok sampel dalam menghambat dan membunuh bakteri B. subtilis, dengan nilai sig 0,002 dan 0,01 berturut-turut. Fraksi etil asetat kulit buah mahkota dewa merupakan fraksi paling potensial sebagai antibakteri terhadap B. subtilis, dengan kandungan flavonoid, polifenol, tanin, saponin, terpenoid/steroid, dan antrakuinon yang berkontribusi pada aktivitas antibakterinya. Penelitian ini memperkaya data ilmiah tentang potensi mahkota dewa sebagai kandidat antibakteri alami untuk mengatasi resistensi antibiotik.
Copyrights © 2025