Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Inovasi Sediaan Oral Dissolving Film dengan Zat Aktif Ekstrak Kunyit (Curcuma longa L.) sebagai Antipiretik: Innovation of Oral Dissolving Film with Active Turmeric Extract (Curcuma longa L.) as an Antipyretic Taufiqurahman, Taufiqurahman; Anggreini, Sinta Dewi Sri; Viviani, Vonny; Anisa, Yuniar Nur; Ambardhani, Nurul; Syaputri, Fauzia Ningrum
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 5 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i5.2379

Abstract

Fever is a health problem that often occurs especially in children, and paracetamol is commonly used to treat fever in children. Turmeric is a rhizome that contains curcumin which is useful as medicine because it has antipyretic properties. Oral dissolving film (ODF) is a thin preparation that’s suitable for children who have difficulty taking medication because it dissolves easily. This research aims to develop an ODF with the active ingredient turmeric extract as an antipyretic. The organoleptic results showed a yellow color, a slight smell of turmeric, a slightly bitter sour taste, a thin square 2 2 cm, a smooth surface, slightly sticky and wet. The dissolve test was 47 seconds. The pH test obtained 4 using the universal indicator and 3.30 using the pH meter. The weight uniformity test found that 10 and 3 preparations deviated from column A and column B. The thickness test obtained an average of 0.213 mm. The concentration level of turmeric extract in the preparation was 11.7 ppm using spectrophotometric UV-Visible. Keywords:          turmeric, fever, ODF, film, antipyretic   Abstrak Demam merupakan permasalahan kesehatan yang sering terjadi terutama pada anak dan pemberian parasetamol umum digunakan untuk terapi demam pada anak. Kunyit adalah tanaman yang mengandung senyawa kurkumin yang berguna sebagai obat karena memiliki khasiat sebagai antipiretik. Oral dissolving film (ODF) merupakan sediaan tipis yang cocok untuk anak-anak yang sukar meminum obat karena mudah larut. Tujuan dari riset ini adalah melakukan pengembangan sediaan ODF dengan zat aktif ekstrak kunyit sebagai antipiretik. Hasil uji organoleptik didapat warna kuning, agak berbau kunyit, rasa asam sedikit pahit, kotak tipis berukuran 2 2 cm, permukaan halus, sedikit lengket dan basah. Uji waktu larut didapatkan waktu 47 detik. Uji pH didapat 4 dengan indikator universal dan 3,30 dengan pH meter. Uji keseragaman bobot didapat 10 sediaan menyimpang dari kolom A dan 3 sediaan menyimpang dari kolom B. Uji ketebalan didapat rata-rata ketebalan sebesar 0,213 mm. Kadar zat aktif ekstrak kunyit dalam sediaan ODF yaitu 11,7 ppm menggunakan spektrofotometri UV-Visible. Kata Kunci:         kunyit, demam, ODF, film, antipiretik
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Serta Fraksi Etil Asetat dan N-Heksana Buah Mahkota Dewa Terhadap Bacillus Subtilis Imansari, Mutiara; Anggreini, Sinta Dewi Sri
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 12 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i12.32634

Abstract

Resistensi antibiotik merupakan isu penting di dunia farmasi dan kesehatan. Penggunaan tanaman obat dapat menjadi alternatif untuk mengatasi hal tersebut, salah satunya mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.) yang merupakan tanaman asli Indonesia (Papua). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) ekstrak etanol, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat, dan fraksi air daging dan kulit buah mahkota dewa. Metode ekstraksi menggunakan maserasi dengan pelarut etanol 96% dilanjutkan fraksinasi metode ekstraksi cair-cair menggunakan corong pisah dengan pelarut n-heksana, etil asetat, dan air. Pengujian antibakteri terhadap B. subtilis ATCC 19659 dilakukan dengan metode mikrodilusi cair. Hasil studi menunjukkan sampel dengan aktivitas antibakteri paling tinggi adalah fraksi etil asetat kulit buah dengan nilai KHM dan KBM 0,31% diikuti fraksi etil asetat daging buah dan fraksi air kulit buah dengan nilai KHM dan KBM 1,25%. Hasil analisis menggunakan SPSS 22.0 dengan metode Kurskall Wallis yang dilanjutkan Post Hoc Dunn menunjukkan perbedaan bermakna antarkelompok sampel dalam menghambat dan membunuh bakteri B. subtilis, dengan nilai sig 0,002 dan 0,01 berturut-turut. Fraksi etil asetat kulit buah mahkota dewa merupakan fraksi paling potensial sebagai antibakteri terhadap B. subtilis, dengan kandungan flavonoid, polifenol, tanin, saponin, terpenoid/steroid, dan antrakuinon yang berkontribusi pada aktivitas antibakterinya. Penelitian ini memperkaya data ilmiah tentang potensi mahkota dewa sebagai kandidat antibakteri alami untuk mengatasi resistensi antibiotik.