Status gizi lebih dapat disebabkan oleh faktor genetik dan gaya hidup seperti pola makan, aktivitas fisik, dan kualitas tidur. Kualitas tidur yang kurang baik pada anak usia sekolah dapat meningkatkan resiko status gizi lebih dan kesehatan lain. Kualitas tidur yang buruk dapat mengganggu hormon yang mengatur nafsu makan. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dan durasi tidur dengan status gizi lebih pada remaja usia 10 – 12 tahun. Metode penelitian ini merupakan penelitian data sekunder dengan metode analitik observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional yang diambil dengan teknik purposive sampling. Data yang digunakan adalah data berat badan, tinggi badan, dan kualitas tidur tidur. Data status gizi dengan indikator IMT/U diperoleh dari hasil z-score pada aplikasi WHO Antroplus. Analisis yang digunakan adalah Uji Fisher exact. Berdasarkan hasil uji Fisher exact, tidak adanya hubungan antara kualitas tidur dengan status gizi lebih dengan p – value sebesar 0,237 (>0,05). Namun, hasil uji Fisher exact pada durasi tidur dengan status gizi lebih memiliki hasil adanya hubungan dengan p – value sebesar 0,028 (<0,05) dengan nilai rasio peluang sebesar 4,84. Kesimpulan penelitian ini menunjukan tidak ada hubungan antara kualitas tidur dengan status gizi lebih (p >0,05). Namun, adanya hubungan antara durasi tidur dengan status gizi lebih (p <0,05; OR = 4,84).
Copyrights © 2026